Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) Febrina Intan. (BP/Ant)

SLEMAN, BALIPOST.com – Taman Wisata Candi Prambanan tidak dilakukan penutupan bagi kunjungan wisatawan saat Upacara Tawur Agung Kesanga pada 10 Maret 2024.

“Upacara Tawur Agung ini merupakan rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, kami tidak melakukan penutupan kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan, justru pengunjung kami ajak untuk menyaksikan jalannya ritual ini,” kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWC), Febrina Intan di Rama Shinta Resto Komplek Candi Prambanan Sleman, DIY, dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (5/3).

Candi Prambanan sebagai Warisan Budaya Dunia menjadi lokasi utama rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946.

Febrina mengatakan, pelaksanaan kegiatan yang berlangsung khidmat dan syarat dengan aktivitas seni budaya ini tidak tertutup hanya bagi umat Hindu semata, namun juga terbuka bagi semua pihak yang ingin turut menyaksikan laku tradisi bernapas spiritual serta menebar nilai-nilai universal. “Candi Prambanan mengundang semua pihak untuk turut menyaksikan langsung dan memaknai nilai-nilai universal yang ada dalam perayaan ini,” katanya.

Ia berharap melalui momentum ini, Candi Prambanan bisa menjadi sumber resonansi nilai-nilai universal yang syarat akan nilai seni, budaya, tradisi, religi yang turut melembutkan laku pekerti. “PT TWC mempersiapkan pelayanan prima untuk mendukung terselenggaranya agenda nasional ini dengan baik. Hal ini merupakan bagian dari komitmen PT TWC menghadirkan destinasi yang inklusif serta nyaman untuk agenda ‘spiritual tourism’ di Indonesia,” katanya.

Baca juga:  Kunjungan Ke Uluwatu Meningkat Hingga 15 Persen

GM of Prambanan & Keraton Ratu Boko PT TWC I Gusti Putu Ngurah Sedana mengatakan, PT TWC turut menghadirkan “Immersive Tawur Agung Package 2024” bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti rangkaian prosesi Tawur Agung di Candi Prambanan ini.

Peserta diajak untuk turut serta mengikuti prosesi rangkaian Tawur Agung, seperti melihat sendratari dan Upacara Mencaru secara lebih dekat. “Peserta juga akan menyaksikan tarian Samudra Mantana, refleksi pembersihan diri yang dipandu oleh Pinandita, arak-arakan dan dilanjutkan dengan grebeg gunungan,” katanya.

Peserta yang ingin mengikuti Immersive Tawur Agung Package 2024 ini dikenakan biaya Rp250.000 (domestik) dan Rp500.000 (wisman). Bagi masyarakat umum yang ingin menjadi peserta, bisa langsung reservasi melalui 081804044529.

Baca juga:  Wisatawan Kerap Tak Temui Ikon Desa Petulu, Kunjungan Menurun

“Perayaan Tawur Agung bisa menjadi sajian istimewa yang bisa turut diikuti oleh berbagai pihak dan bisa turut merasakan pengalaman otentik yang berkesan. Perayaan yang meriah di hari sebelum Nyepi ini bisa menjadi sajian menawan bagi para ‘heritage lovers’,” katanya.

Perayaan Tawur Agung Kesanga 1946 Saka ini merupakan program kolaborasi antara DirektoratJenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI dengan Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Bimas Hindu Kanwil Kemenag Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, PT TWC dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah.

Prosesi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 diawali dengan perayaan Tawur Agung Kesanga yang berlangsung di lapangan Wisnu, kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.

Rangkaian upacara yang diikuti oleh umat dengan pakaian tradisional ini mengangkat tema “Sat Cit Anada untuk Indonesia Jaya” yang berarti mewujudkan nilai-nilai kebijakan dasar dari Dharma Agama dan Dharma Negara ini sebagai filosofi dalam menjadikan upaya-upaya secara riil tidak hanya sebatas tataran konsep tetapi bisa kita terapkan dari seluruh kemaslahatan seluruh umat manusia.

Baca juga:  Beras Murah Jadi Rebutan Warga, 1 Ton Ludes dalam Sejam

Tawung Agung Kesanga diawali dengan prosesi mendhak tirta dan dilanjutkan dengan mengitari pelataran Candi Prambanan atau pradaksina.

Prosesi ini juga dimeriahkan dengan arak-arakan tiga gunungan utama diiringi parade musik Bleganjur di kawasan Candi Prambanan.

Tawur Agung Kesanga ditutup dengan persembahyangan bersama yang bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum memasuki Hari Suci Nyepi.

Ketua Panitia Rangkaian Nyepi Daerah Suyamto menyambut baik hadirnya kolaborasi berbagai pihak untuk turut serta mendukung rangkaian kegiatan Hari Suci Nyepi 1946 Saka ini, di antaranya prosesi Tawur Agung Kesanga yang bertajuk “Upacara Wishuda Bumi”.

Menurut dia, upacara ini memiliki makna mendalam dan melibatkan serangkaian kegiatan keagamaan yang diarahkan untuk membersihkan diri dari pengaruh negatif dan mempersiapkan diri menghadapi tahun yang baru.

“Upacara Tawur Agung dilaksanakan sebagai proses penyucian manusia dapat hidup selaras dengan alam semesta dan melestarikan keharmonisan dengan alam. Upacara ini juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat yang bersatu dalam doa dan pengorbanan, menciptakan suasana kebersamaan yang mengingatkan akan pentingnya hidup dalam harmoni,” katanya. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *