Penari Bali tampil dalam pembukaan Festival Nusa Penida 2016. Festival ini kembali digelar pada tahun ini. (BP/dok)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Derasnya arus warga Karangasem mengungsi ke Kabupaten Klungkung seiring dengan situasi gunung agung tak lagi bersahabat berimbas pada pelaksanaan Festival Nusa Penida. Event yang rencananya berlangsung Oktober mendatang ini terpaksa tertunda. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan itu, Selasa (26/9).

Rencananya, event yang menginjak tahun ke-4 ini terselenggara 5 sampai 8 Oktober 2017, berlokasi di Desa Jungutbatu. Itu sebagai ajang promosi pariwisata yang kini telah berkembang. “Karena situasi Gunung Agung tak menentu, setelah rapat terbatas dengan Dinas Pariwisata, diputuskan Festival Nusa Penida ditunda sampai waktu yang tak bisa ditentukan. Jika dalam waktu dekat, situasi sudah normal, langsung dilaksanakan,” tegasnya.

Bupati asal Nusa Ceningan ini menyatakan menyambut festival yang dianggarkan Rp 1,7 miliar itu, beberapa desa sudah melakukan persiapan pementasan kesenian. Meski demikian, penundaan tersebut tidak dipersoalkan.

Malah justru dimaklumi. “Sebelum rapat terbatas, keputusan ini sudah dibicarakan dengan desa yang berpartisipasi. Sudah bisa diterima dan dimaklumi. Kita kan tidak enak juga “pesta” dalam situasi seperti ini. Perhatian juga terbagi,” katanya.

Baca juga:  Serahkan SK CPNS, Bupati Suwirta Ajak Bidan Tingkatkan Pelayanan

Penyelenggaran event ini sudah dipromosikan ke pelaku pariwisata maupun masyarakat umum. Sejalan dengan adanya perubahan, itu kembali disampaikan. “Iklan yang sudah terpasang, akan diganti. Disampaikan ada penundaan,” sebutnya.

Suwirta pun menyakini, keputusannya itu tak akan berdampak besar terhadap pariwisata Nusa Penida yang kini namanya telah mendunia. “Saya rasa ini tidak akan berdampak besar,” ucapnya.

Sementara itu, terkait program lain, seperti city tour dipastikan tetap berjalan. Tidak ada penundaan realisasi. “Untuk program pokok terkait kepariwisataan, tetap jalan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta menyatakan perubahan tersebut segera disosialisasikan. “Ini segera disosialisasikan. Kami tidak ingin kalau festival dipaksakan, menimbulkan pandangan negatif,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.