balai budaya
Sejumlah warga pengungsi Gunung Agung di Balai Budaya. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Lima hari pasca meningkatnya aktivitas Gunung Agung, ada ribuan pengungsi mandiri yang tersebar di Kabupaten Gianyar. Mereka yang tinggal di luar Posko Lapangan Sutasoma ini pun membutuhkan bantuan logistik.

“Kami tinggal di kos, sehari-hari kami makan itu beli, bisa gak kami dapat bantuan juga, kami kan pengungsi juga,” ucap I Nyoman Darma, asal Banjar Kubu Kauh, Desa Kubu, Kabupaten Karangasem.

Darma mengaku mengungsi di tempat kos milik bapak Santa asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati. Dikos tersebut ia tinggal bersama 6 KK atau sekitar 25 orang. “Saya bersama kerabat memilih kos, karena tidak tahu ada posko di lapangan Sutasoma. Dan kami sudah kos sebelum ada posko di sini,” ujar Darma.

Darma mengaku memilih mengungsi lebih awal karena pengalaman pada 1963 lalu. “Saya belum lahir, tapi penuturan orang tua desa saya kena waktu itu,” ujar pria berusia 48 tahun itu.

Diakui, selama tinggal di kos-kosan seputaran Desa Guwang, sudah ada petugas yang rutin mendata mereka, termasuk petugas kesehatan. Nah, setelah bertanya ke petugas di posko Lapangan Sutasoma Selasa kemarin, Darma mengaku bingung. “Kalau mau dapat bantuan harus ke posko ini. Tapi kami sudah kadung kos, gimana kos kami,” tuturnya.

Baca juga:  Masih Berstatus Awas, Zona Bahaya Dikurangi Jadi 6 Kilometer

Pengungsi mandiri lainnya, sebanyak delapan orang dari Dusun Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Delapan warga itu tinggal di rumah warga I Made Maji di Banjar Sungguan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Semenara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya, menerangkan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah, pengusaha dan masyarakat. “Kalau masyarakat bisa membantu menampung ya bagus, kalau tidak ya mari, pemerintah sudah membuat posko di Lapangan Sutasoma Sukawati,” katanya.

Berdasarkan data jumlah pengungsi Gunung Agung yang berada di Gianyar hingga Selasa sore kemarin, total mencapai 6.140 orang yang tersebar di tujuh kecamatan. Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Sukawati dengan jumlah 2.306 orang.

Disusul di Kecamatan Gianyar berjumlah 1.334 orang, Blahbatuh 975 orang. Sisanya, menyebar di kecamatan lainnya. Sementara posko pengungsian di Lapangan Sutasoma yang menjadi lokasi pemusatan pengungsi mencapai 471 orang. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.