Bupati Bangli, I Made Gianyar. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Bupati Bangli I Made Gianyar menyatakan sesuai koordinasi kawasan rawan bencana (KRB) yang diikutinya, tidak akan ada lima desa di Bangli yang dikosongkan. Pasalnya, mengacu pada peta KRB Gunung Agung, tidak ada satupun wilayah Bangli yang masuk KRB 1.

Bupati Made Gianyar mengatakan, mengacu pada peta KRB Gunung Agung yang ditampilkan pihak Museum Geopark Batur, wilayah-wilayah yang masuk ke dalam KRB 3, 2 dan 1 seluruhnya berada di Kabupaten Karangasem dan Klungkung. Tidak ada satupun desa di wilayah Bangli yang masuk dalam kawasan KRB. “Wilayah kita ada di luar itu (KRB),” terangnya.

Atas dasar itu, pihaknya kini meminta masyarakat di lima desa yakni Desa Suter, Desa Abang Batudinding, Desa Abang Songan, Desa Peninjoan dan Desa Bangbang yang sebelumnya disebutkan masuk dalam KRB 1, untuk tetap tenang dan tidak panik. Jangan sampai kepanikan dan keresahan justru menimbulkan penyakit bagi masyarakat. “Walaupun begitu, pada malam hari masyarakat harus tetap hati-hati dan waspada. Kalau ada gempa besar, masyarakat tetap harus cepat lakukan langkah- langkah antisipasi,” katanya.

Baca juga:  Jelang Imlek, Waspada Kondisi Cuaca Ekstrem

Mengenai adanya sejumlah warga di lima desa yang sudah mengungsi sejak beberapa hari terakhir karena khawatir dengan dampak erupsi Gunung Agung, Gianyar pun menghimbau agar masyarakat kembali dan beraktivitas seperti biasanya. “Jadi masyarakat tidak perlu mengungsi sampai ada perintah resmi dari Bupati melalui camat, perbekel dan kelian,” tegasnya.

Sementara itu, disinggung mengenai apa yang menjadi penyebab berbedanya pernyataan peta KRB dari BPBD dengan peta KRB yang ditunjukkan pihak Museum Geopark Batur, Gianyar berpendapat sebenarnya tidak ada perbedaan peta. Hanya informasi dan penafsirannya yang berbeda. “Cuma orang yang menafsirkannya mungkin ada keliru. Kalau kita lihat dari peta KRB, semua wilayahnya ada di Karangasem dan Klungkung,” tandasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.