Siaga
Siswa di Karangasem mengikuti kegiatan pramuka. Karangasem mencatat angka putus sekolah tertinggi tingkat SD dan SMP. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Siswa SD di Besakih banyak yang tidak bersekolah, Selasa (19/9), pascanaiknya status Gunung Agung dari level II (waspada) ke level III (Siaga). Hasil pantuan, siswa SDN 1 Besakih dan SDN 6 Besakih siswanya banyak yang tidak masuk sekolah akibat kekhawatiran dari orang tuanya dengan situasi terkini.

Menurut guru SDN 1 Besakih I Wayan Warsa mengungkapkan, pasca adanya gempa Senin malam (18/9) dan naiknya status Gunung Agung dari level II (Waspada) naik ke level III (Siaga) memang sempat membuat warga di Desa Besakih sedikit panik. Situasi inilah membuat orang tua khawatir sehingga tidak mengijinkan anaknya masuk sekolah. “Mungkin karena kekhawatiran itu para orang tua tidak mengijinkan anaknya masuk sekolah,” ungkap guru olahraga itu.

Menurut Warsa, sejumlah siswa yang tidak masuk sekolah tersebut mungkin karena mereka mengungsi di rumah kerabatnya bersama orang tua di luar Desa Besakih yang lokasinya jauh lebih aman. “Siswa-siswa yang tidak masuk ini berasal dari besakih. Jumlahnya hanya beberapa saja,” katanya.

Baca juga:  Perpustakaan SMAN 1 Dawan dinilai Tim Provinsi

Hal senada juga diungkapkan guru di SDN 6 Besakih Ni Made Kerta. Dia mengatakan jika banyak siswa yang tidak masuk sekolah akibat adanya gempa dan dinaikannya starus Gunung Agung dari level II (waspada) naik ke level III (Siaga) Senin malam.

Menurutnya, siswa yang tidak masuk sekolah itu akibat kekhawatiran orang tuan yang was-was jika adanya hal-hal yang tidak diinginkan menimpa anaknya. “Siswa yang tidak masuk memang banyak mencapai puluhan siswa. Tapi siswa yang masuk tetap mengikuti proses belajar mengajar dan kegiatan seperti biasanya,” ucapnya. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.