Ilustrasi. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPST.com – Aksi penipuan “minta pulsa” yang biasanya menggunakan SMS kini menyasar rumah makan. Hanya saja, modus operandinya berbeda.

Caranya pelaku memesan makanan di rumah makan yang menjadi sasaran. Penipuan dengan cara ini ternyata sudah banyak memakan korban di Karangasem. Kerugiannya mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Salah satu korban yang menolak nama dan usahanya disebutkan, Minggu (10/9), mengatakan awalnya pelaku berpura-pura menjadi pelanggan yang memesan sejumlah makanan dalam menu rumah makan itu dengan jumlah banyak. Tak tanggung-tanggung, pelaku mencatut nama institusi kepolisian, baik dari polsek maupun polres untuk meyakinkan aksi penipuannya tersebut.

Saat korbannya sudah terperangkap dan mau mengirim pesanan ke lokasi yang dituju, pelaku kembali menelpon pengelola rumah makan itu untuk memesan barang tambahan. Seperti rokok hingga pulsa senilai Rp 500 ribu. Tanpa curiga, korban pun mengikuti begitu saja arahan pelaku dan membuat makanan sesuai pesanan, serta mengirimkan pulsa juga sesuai pesanan.

Korban baru sadar setelah mengirimkan pesanan ke lokasi yang disebutkan pelaku, seperti Polsek Kota Karangasem. Ternyata aparat kepolisian tidak pernah memesan makanan apapun kepada rumah makan miliknya. “Saya baru tahu ternyata ini penipuan. Karena pesanan yang kami antar ke Polsek Kota Karangasem, ternyata petugas di sana mengaku tak pernah memesan makanan. Saya rugi hingga Rp 800 ribu kali ini. Ini sudah yang ketiga kali saya kena tipu,” kata pemilik rumah makan ternama di Jalan Untung Surapati ini.

Baca juga:  Lewat Kuasa Hukumnya, Sudikerta Bantah Gunakan Uang Alim Markus

Akhirnya, ia mengaku membagikan makanan yang sudah terlanjur dibuat itu ke warga di pinggir jalan. Setelah dicek ke rumah makan lainnya, ternyata pemilik usaha rumah makan terkenal lainnya di Kota Amlapura juga pernah mengalami nasib serupa.

Sejumlah rumah makan yang pernah jadi korban, seperti Kedai Djakarta, Kumendel, Mina Carik, Pondok Mina hingga Rumah Makan Mek Luh. Total kerugian akibat aksi penipuan ini sudah mencapai jutaan rupiah. “Saya disarankan pihak Polsek Kota Karangasem agar lebih berhati-hati dalam menerima pesanan. Terlebih mencatut nama institusi kepolisian. Sebaiknya dicek atau dikonfirmasi dulu ke lokasi tujuan, agar lebih aman,” katanya.

Kapolres Karangasem AKBP I Gede Ardana dikonfirmasi soal kasus ini mengatakan belum menerima laporan perihal modus penipuan baru yang merugikan banyak pemilik rumah makan di Karangasem ini. Dia berjanji akan menelusuri siapa pelaku di balik aksi penipuan “minta pulsa” itu. “Sebaiknya bagi rumah makan lain yang menghadapi modus serupa segera menghubungi nomor penjagaan setiap polsek atau polres agar lebih aman. Kasihan nanti bisa rugi makin banyak,” tegasnya.

Nomor kontak pemesan makanan itu 085392184953. Kemungkinan nomor kontak yang dipakai berbeda-beda. Sebab, nomor ini setelah dicek berada di luar kota. Sementara nomor lainnya saat dicek juga sudah tidak aktif. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.