RSUP
Mobil ambulance RSUP Sanglah mengalami kecelakaan. (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Diduga kurang berhati-hati dan merasa kelelahan, I Gede Sudarsana (34), sopir mobil ambulance tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya saat melintas di jalan tikungan tepatnya jalan nasional jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk banjar Soka Kelod, Desak Antap, Selemadeg, Tabanan pada Minggu (10/9) dini hari sekitar pukul 04.00 wita. Akibatnya mobil menabrak pohon di bahu jalan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja sopir asal banjar Tegal Jaya, dalung, Kuta ini harus dirujuk ke RS Sanglah setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Selemadeg.

Dari informasi yang dihimpun, kendaraan Ambulance DK 9680 A ini datang dari arah Selatan jurusan Gilimanuk menuju arah Utara Jurusan Denpasar, setibanya di tempat kejadian perkara pada saat melintasi jalan tikungan landai kekanan kendaraan tidak bisa dikendalikan lalu menabrak pohon yg berada di bahu jalan sebelah kiri (Barat).

Kasubag Humas RSUP Sanglah, I Dewa Ketut Kresna membenarkan kejadian tersebut.  Dua orang sopir bernama Putu Sudarsana dan Wayan Artaka. Putu Sudarsana sedang dirawat inap di Ruang Ratna RSUP Sanglah dan Wayan Artaka mengalami patah tulang. Saat ini Wayan Artaka sedang menjalani operasi di ruang OK RSUP Sanglah.

Baca juga:  Pascatabrakan, Sopir Bus Ditangkap di Surabaya

Saat itu petugas RSUP Sanglah yang terdiri dari dua sopir, perawat, dan resident THT pulang dari Surabaya mengantar pasien anak-anak. Diduga karena mengantuk, Putu Sudarsana yang mengendarai mobil menabrak pohon. Wayan Artaka yang duduk di sebelah kiri menjadi korban yang mengalami kondisi cukup parah, karena mobil ambulans bagian kiri penyok.

Dewa Kresna mengatakan, dua sopir memang disiapkan untuk pengantar pasien ke luar daerah. “Sistem kerjanya ya shift-shift an. Kebetulan waktu itu mereka yang bertugas,” ujarnya. Kedua sopir itu merupakan sopir ambulans Mercy, yang kerap mengawal presiden jika kunjungan ke Bali. “Keduanya, sopir senior, jadi sudah tahu prosedur pengantar,” tandanya.

Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sukanada membenarkan kasus lakalantas tersebut. Diduga kuat kasus lakalantas ini terjadi lantaran pengemudi kendaraan Ambulan kurang jati-hati dan mengantuk sewaktu melintasi jalan tikungan landai ke kanan. “Tidak sampai mengganggu arus lalu lintas, karena cepat ditangani,” ucapnya. (puspawati/citta mata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.