Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebelum ditebas kakinya oleh suami pada Selasa (5/9), Putu Kariani (29) kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Adik korban, Fitriani, menuturkan, korban beberapa kali sempat bercerita tentang masalah rumah tangga yang dialami.

Kakaknya bercerita padanya, tidak hanya sekali ini saja, kakaknya mendapat perlakuan kasar. Rumah tangga yang dibangun selama lebih dari 15 tahun itu, kerap diwarnai pemukulan hingga pencekikan yang dialami kakaknya.

Akan tetapi korban memilih bertahan karena melihat anak-anaknya. Tidak hanya itu, korban juga cerita kalau sang suami sering mabuk dan bermain wanita. “Kalau pemicu sampai tega melakukan ini (potong kaki, red), saya masih belum bisa menanyakan hal ini ke kakak. Biarkan dia istirahat dulu,” katanya.

Baca juga:  Pemotong Kaki Istri Terancam 10 Tahun Penjara
Menurut informasi yang ia didengar, sebelum kejadian, pelaku baru pulang dari Legian. Saat itu kakaknya meminta ijin untuk pulang ke rumah bajang untuk menjenguk ayahnya yang sakit. “Kakak sebenarnya juga berniat untuk tidak kembali lagi (ke kos). Mungkin kakak sudah tidak kuat,” terangnya.

Namun, saat hendak pergi, kunci motor korban disita pelaku. Dari sanalah, cekcok kemudian terjadi hingga berujung penebasan, disaksikan anak bungsunya, laki-laki, yang berusia kelas IV SD. Sedangkan anak sulungnya yang kini sudah menjadi siswi SMP selama ini tinggal bersama keluarga di Singaraja. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.