cabai
Petani di Subak Selisihan, Rabu (30/8) menunjukkan tanaman cabainya yang terserang hama hingga memicu gagal panen. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Serangan hama terhadap pertanian cabai di Subak Selisihan, Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung semakin menjadi-jadi. Pembasmian secara massal sejatinya sudah dilakukan. Hanya, itu tak membuahkan hasil. Mereka tetap dihadapkan dengan gagal panen. Alhasil, kerugian pun tak terhelakkan.

Sesuai pantauan, Rabu (30/8), kondisi tanaman komoditi bercitarasa pedas itu sudah banyak yang meringis. Daunnya banyak menghitam. Buahnya yang tengah memasuki usia panen membusuk dan rontok. Petani Jero Mangku Ketut Latra menuturkan serangan hama ini semakin menjadi-jadi. Yang terdampak semakin luas dan kini telah mencapai hektaran. “Awalnya sedikit. Semakin lama, tambah banyak. Sudah sampai hektaran. Petani gagal panen,” ungkapnya.

Fenomena itu, sambungnya baru pertama kali terjadi. Cuaca yang tak bersahabat digadang-gadang sebagai pemicunya. “Ini tumben. Kalau masa tanam lalu hasilnya cukup bagus. Sekarang rugi total. Punya saya tak dapat hasil,” katanya.

Ditengah situasi demikian, Latra mengaku beruntung lantaran masih ada penghasilan dari panen bunga pacah dan sayuran yang tergolong baik. Harganya juga stabil. “Untung tumpang sari. Jadinya masih ada penghasilan,” imbuhnya.

Petani lain, Komang Adi mengatakan serangan hama itu sudah sempat tertangani langsung petugas Dinas Pertanian Klungkung secara serempak. Namun sayang, itu tak mampu merubah kenyataan. “Waktu itu dibasmi secara serempak. Tapi tak ada perubahan. Tetap saja seperti sekarang. Mungkin itu karena serangan sudah terlalu banyak. Petani juga banyak keluar biaya untuk beli obat,” keluhnya.

Baca juga:  Klaim AUTP di Tabanan Capai Rp 200 Juta Lebih

Gagal panen ini juga membuat petani tak bisa menikmati harga jual yang tergolong stabil. Dihadapkan hal demikian, mereka hanya bisa berpasrah. “Kalau harga sebenarnya stabil. Tapi panen gagal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida menjelaskan berdasarkan hasil identifikasi, hama yang menyerang cabai tersebut berupa kutu putih. Ini secara perlahan menyebabkan kualitas buah memburuk. “Itu terserang organisme pengganggu tanaman berupa kutu putih. Ini menyebabkan produksi menurun,” jelasnya didampingi Kasi Pertanian dan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunam, Wayan Artawa.

Hal tersebut diakui sudah sempat tertangani. Mengingat belum membuahkan hasil maksimal, pestisida yang digunakan akan diteliti. Selain di Selisihan, serangan hama juga terjadi pada tanaman cabai di Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.