Dewan
I.B. Nyoman Rai. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Meski APBD Perubahan 2017 sudah ketok palu, namun aksi demo ratusan atlet ke Gedung DPRD Gianyar, Senin (28/8) masih menjadi dilema bagi sejumlah wakil rakyat Gianyar.

DPRD Gianyar Fraksi Gerindra, I.B. Nyoman Rai pun bersuara dan menegaskan tidak ada maksud untuk memangkas anggaran untuk para atlet yang akan berlaga di Porprov September mendatang. “Bisa di cek untuk kepentingan atlet itu tidak pernah di usik sepeser pun oleh dewan, hanya anggaran panitia dan penyelengaraan yang rencananya dikaji kembali,“ terang, I.B. Nyoman Rai, Selasa (29/8).

Gus Rai membeberkan, awal rencana pemotongan ini mencuat saat rapat TAPD  (Tim anggaran pemerintah daerah) dengan Banggar, tentang pemotongan DAU (Dana Alokasi Umum) Rp 12 Miliar, sehingga harus diadakan rasionalisasi beberapa kegiatan. “Dari pemikiran yang berkembang disampaikanlah pemotongan dana Koni sebesar enam miliar, pemerakarsa usulan pemotongan itu berasal dari tiga anggota DPRD yang tidak saya sebut namanya, yang jelas mereka dari satu fraksi masuk dalam banggar, tetapi kemarin saat ada protes mereka ini malah cuci tangan,“ sindir Gus Rai.

Baca juga:  Dua Mayat WNA Asal Jepang DitemukanTerbakar

Gus Rai juga menyebut sebelum Paripurna digelar, yang diawali rapat pimpinan dengan dihadiri pimpinan, alat kelengkapan termasuk para ketua fraksi. Disepakati menunda anggran koni sebesar Rp 6 Miliar itu. “Termasuk saat itu semua fraksi hadir menyetujui. Rencananya, itulah yang akan dibawa pada penetapan APBD perubahan,“ katanya.

Dijabarkan salah satu penolakan yang disampaikan kemarin, ialah biaya uang saku panitia yang dipandang terlalu besar. “Artinya, itu yang coba kita rasionalisasi, termasuk biaya pembukaan, beli printer dan biaya lain sebagainya itu, sedangkan kebutuhan atlet dan official sudah dipenuhi oleh dewan, tanpa dikurangi sepeserpun,“ tegasnya.

Gus Rai juga mengungkapkan masuknya proposal biaya penyelenggaraan kompetisi PSSI Gianyar sebesar Rp 500 Juta. “Dalam proposal porprov kok ada yang masuk seperti itu dan angkanya besar, makanya ini yang mau dirasionalisasi, kita sebenarnya menahan diri, tapi sekarang sudah begini ya kita buka saja,“ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.