bandara
Bandara Ngurah Rai. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Badung, berharap besar pemerintah setempat membeli pesawat guna mengangkut wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Pasalnya, banyak potensi pariwisata yang belum tergarap maksimal lantaran keterbatasan penerbangan.

Sayangnya, usulan membeli pesawat itu belum diamini Pemkab Badung. Sebab, pembangunan di Gumi Keris masih difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Hanya saja, BPPD Badung tetap berharap pemerintah membeli pesawat komersil.

“Ya… kan tidak mesti sekarang, mungkin lima tahun ke depan pada periode bapak bupati (Giri Prasta, red). Kami sangat berharap ada kejutan (pembelian peasawat, red) untuk pariwisata,” ujar Ketua BPPD Badung, IGN Rai Surya Wijaya saat menerima Konsulat Jenderal (Konjen) RI untuk India, Senin (21/8).

Dia mengakui, penerbangan langsung menjadi salah satu penghalang dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari berbagai negara ke Badung. “Dulu ada Air Paradise yang melayani sejumlah wisatawan dari negara ke Bali, jadi kita wacanakan sekarang. Dan ini perlu dikaji. Kalau tidak sekarang, mungkin bisa untuk jangka panjang,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekda Badung, I wayan Adi Arnawa mengatakan dirinya belum berani bicara terkait rencana pengadaan pesawat komersil. Pasalnya, pengadaan pesawat memerlukan modal finansial dan manajemen yang handal. “Saya belum berani bicara menyangkut masalah itu, karena itu menyangkut investasi yang besar dan memerlukan manajemen yang kuat,” ungkapnya.

Baca juga:  Okupansi di Ubud Meningkat, Pasar Seni Ramai Dikunjungi Wisatawan

Modal berupa finansial pun kata pejabat asal Pecatu ini tidak cukup untuk pengadaan pesawat. Pasalnya, guna keberlangsungan operasional pesawat tersebut, diperlukan manajemen yang mumpuni. Dengan demikian, pesawat tersebut tidak mubazir nantinya. “Tidak hanya ujug-ujug punya uang. Kalau tidak dimanajemen dengan kuat, itu mubazir,” ujarnya.

Adi Arnawa melanjutkan, pihaknya justru lebih cenderung menyiapkan infrastruktur bandara untuk menunjang penerbangan, sehingga para penumpang, khususnya wisatawan merasa nyaman. “Saya lebih cenderung menyiapkan infrastruktur untuk di bandara seperti perluasan landasan pacunya serta jalan keluar dari bandara biar tidak macet,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.