Kualitas
Perbekel Melinggih Kelod, Nyoman Swardana. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Memegang predikat Desa Layak Anak, membuat Desa Melinggih Kelod menyiapkan berbagai upaya membangun generasi muda. Salah satunya membangun kualitas pendidikan dengan menggandeng sejumlah pemilik akomodasi yang ada di desa tersebut.

Perbekel Melinggih Kelod, Nyoman Swardana, Senin (14/8) mengatakan sejak lama pihaknya sudah menyiapkan berbagai program untuk memenuhi 31 kriteria predikat Desa Layak Anak. “Mungkin belum sepenuhnya bisa kami penuhi kriteria itu, tapi pertama kami prioritaskan pendidikan bermutu untuk anak-anak,“ ucapnya.

Dikatakan salah satu upaya itu dilakukan dengan memberikan pendidikan kepariwisataan khususnya terkait pemahaman bahasa Inggris kepada anak. Pendidikan ini dilakukan dengan bersinergi bersama pihak investor yang mengelola akomodasi di wilayah Desa Melinggih. “ Kalau anak Paud atau TK itu rutin diajak bermain ke hotel di Desa Melinggih, yang sudah bersedia kami ajak bekerjasama, “ ucapnya.

Sementara untuk tingkat SD, petugas desa mendatangkan pengajar dari pihak akomodasi ke empat SD yang ada di Desa Melinggih Kelod. “Pihak akomodasi yang mengajar ke sekolah, memberikan pengetahuan bahasa inggris tingkat dasar, ini bentuk sinergi kami, sehingga sejak dini generasi memiliki pemahaman sejumlah bahasa,“ jelasnya.

Baca juga:  Hotel Vila Lumbung Bali Jadi Tujuan Berlibur Orang Terkaya di Indonesia

Pihak akomodasi pun bersedia memberikan sejumlah bantuan material ke sekolah khususnya setiap akhir tahun ajaran. Sementara dari pihak desa sendiri juga menganggarkan hingga Rp 15 Juta bantuan untuk siswa miskin. “ Kalau kita memberikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu, misalnya bantuan pakaian buku tulis atau semacamnya, “ terangnya.

Sementara menjelang hari kemerdekaan pihak desa juga menyiapkan polisi cilik dan dokter cilik, yang nanti nya akan melakukan peragaan saat 17 Agustus. “ ini kita memilih anak dari 4 sekolah yang ada di Melinggih Kelod. Selain meramaikan hari kemerdekaan, ini juga untuk memupuk rasa nasionalisme dalam diri anak-anak, “ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.