Potong Tumpeng: Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya didampingi Ketua DPRD Tabanan, Ketut Suryadi saat pemotongan tumpeng dalam rangka HUT Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana. (BP/ist)
TABANAN, BALIPOST.com – Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana merayakan HUT pertamanya tahun ini. Pada perayaan puncak yang dilaksanakan di Balai Banjar Delod Puri Kediri Tabanan, Selasa (8/8) malam, dirayakan dengan mempertunjukkan kesenian dari berbagai sanggar, baik Tabanan maupun Kabupaten lainnya.

Salah satu tarian yang ditampilkan adalah Bineka Tunggal Ika yang dibawakan Sanggar Pancer Langiit dari Kapal, Kabupaten Badung. Juga ada persembahan tarian dari koreografer asal Jepang, Yasmin Yakuba.

Acara HUT Perdana tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya dan Ketua DPRD Tabanan, Ketut Suryadi.

Ketua Panitia HUT, Pastika, mengatakan sebelum acara perdana yang digelar Selasa (8/8), Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana menggelar Dharma Yatra di tiga Kabupaten yaitu Tabanan, Jembrana dan Buleleng. Selain itu juga digelar lomba tari yang diikuti tidak hanya dari Kabupaten Tabanan tetapi dari kabupaten lain seperti Klungkung, Badung dan Denpasar. Tarian yang dilombakan adalah tari Condong, tari Baris Tunggal, tari Barong Bangkung, tari Jauk Manis dan tari Mekendang Tunggal. Para pemenang dari lomba tari ini diberi kesempatan untuk pentas pada acata HUT perdana.

Baca juga:  Soundrenalin 2018 Sukses Digelar, Hadirkan Pengalaman Festival Penuh Warna

Ketua Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana, Ngurah Adnyana mengatakan selama setahun berkiprah, sekaa yang saat ini beranggotakan 70 orang tersebut sudah dikenal, tidak hanya di Bali tetapi juga di luar Bali. Terakhir, sekaa ini diundang mengisi acara bertaraf internasional, acara Interpol yang digelar di Bali belum lama ini.

Ia mengakatakan ciri khas dari Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana adalah adanya inovasi pertunjukkan. Tidak hanya bentuk Okokan yang dimainkan berbeda, berbentuk Barong, juga dirangkaikan dengan fragmentasi tari serta cerita. “Kami tidak hanya sekedar memainkan alat musik Okokan tetapi juga melibatkan tarian serta cerita yang disesuaikan dengan tema acara,” jelas Adnyana.

Selama ini dalam membiayai kegiatan Sekaa, diakui Adnyana, masih secara swadaya. Ia mengatakan meski terkadang tidak mencukupi, Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana tetap tidak menyerah sebab tujuan terbentuknya sekaa ini adalah melestarikan seni dan budaya Bali serta tidak mencari keuntungan. “Kami membuka sekaa ini untuk umum. Jadi tidak hanya Tabanan tetapi seluruh Bali untuk bersama-sama melestarikan seni dan budaya Bali,” ujarnya. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.