Yayasan Senyum Bali merayakan HUT ke-12 pada Senin (7/8). (BP/may)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sejak berdiri tahun 2005, Yayasan Senyum Bali telah membantu lebih dari 2.900 anak di Indonesia Timur yang mengalami bibir sumbing, celah langit-langit serta cacat wajah lainnya. Pada Senin (7/8), Yayasan Senyum Bali merayakan anniversarynya yang ke-12.

Di perayaan yang berlangsung sederhana itu, hadir para donatur yang berasal dari berbagai negara, individu serta hotel-hotel yang ada di Bali. Selama 12 tahun tersebut pihaknya mencari dan menerima masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat tidak mampu. Segala biaya pengobatan hingga transportasi untuk perjalanan menuju rumah sakit, makan dan minum dibiayai oleh Yayasan Senyum Bali.

Yayasan Senyum Bali juga menyediakan rumah singgah bagi masyarakat yang rumahnya jauh dari tempat `melakukan pengobatan. Sampai saat ini, Yayasan Senyum Bali telah bekerja dengan 6 rumah sakit yatu RSUP Sanglah, BROS, RS BaliMed, RS Prima Medika, RS Surya Husadha, dan RS Dharma Yadnya.

Baca juga:  Kemenpar Tebar Pesona di Komunitas Yachter Darwin Australia 

Founder Yayasan Senyum Bali, Mary Northmore mengatakan, ia mendengar kabar dari dokter di Australia bahwa Indonesia sangat membutuhkan bantuan dari organisasi untuk mengurus dan memfasilitasi anak-anak yang cacat khususnya di area wajah. “Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia ada anak-anak yang lahir 1 berbanding 600 kelahiran lahir dengan bibir sumbing,” ujarnya.

Sehingga diberikan bantuan medis dan sosial. Bantuan sosial dalam bentuk menyebarkan informasi bahwa Yayasan Senyum Bali bisa membantu dan mau membantu. Selain itu, pemerintah Australia juga memberikan bantuan berupa saran-saran untuk dokter di Indonesia. Tapi juga ada dokter Indonesia yang diundang ke Adelaide, Australia untuk mengikuti training menangani kasus yang lebih susah. “Sampai sekarang, untuk kasus-kasus yang dulu kita harus kirim ke Australia, sekarang kita bisa urus di sini,” tandasnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.