Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. (BP/har)
JAKARTA, BALIPOST.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan pihaknya sedang melakukan kalkulasi terkait rencana pemerintah Kabupaten Klungkung menegerikan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Kelompok Bermain (KB) di wilayahnya. Dia mengakui banyak persoalan yang akan dihadapinya terkait rencana ini.

“Kita memang sedang kalkulasi agar semua kebutuhannya terpenuhi. Karena memnag ini bisa menjadikan biaya tinggi,” kata Nyoman Suwirta usai rapat dengar pendapat dengan Panitia Kerja (Panja) Evaluasi Pendidikan Dasar dan Menengah DPR RI di ruang Komisi X DPR, Komplkes Parlemen, Jakarta, Senin (17/7).

Selain Bupati Klungkung, hadir juga sejumlah kepala daerah antara lain Bupati Tegal, Bupati Murung Raya, Walikota Tegal, Walikota Ternate dan Bupati Garut.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Panja yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Faqih Fakir ini, sejummah anggota DP mengalreasiasi rencana Bupati Klungkung tersebut dan diharapkan bisa menjadi masukan bagi Panja untuk dirumuskan nenjadi rekomendasi kepada pemerintah.

Lebih jauh, Nyoman Suwirta menyamaoikan kepada Panja tentang sejumlah data dan fakta yang ditemukan pemkab Klungkung menhenai remdahnya indeks pemnangunan manusia (IPM) di daerahnya. “Penyebabnya ternyata kita kekurangan SDM, anggaran dan sarana dan prasarana,” kata Nyoman Suwirta.

Baca juga:  Bupati Suwirta Monitor Kinerja Pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

Saat ini, menurut Nyoman Suwirta, pemkab Klungkung melihat situasi angka harapan sekolah orang dari desa cenderung ingin sekolah yang memiki fasilitas terbaik yang semuanya berada di sekolah. Okeh karena itu, untuk menekan agar masyarakat di desa memilih sekolah di kota, pihaknya kini mengedepankan prinsip keadilan dan pemerataan dalam memberi fasilitas sarana dan prasarana sekolah.

“Orang yang dari desa rata- rata di sekolah bagus yang kebanyakan berada di kota. Kami di kabupaten mengarahkan semua fasilitas, sarana dan SDM pemerataan di semua sekolah,” ujarnya.

Suwirta memastikan untuk pemerataan fasilitas sekolah ini, prosesnya sudah berjalan. “Ini sudah kami sampaikan ke desa semua prasarana sudah kita siapkan. Ada gong, drum band. Yang dulu hanya di kota saja, sekarang di desa sudah kita adakan,” kata Suwirta. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.