PLN
Ilustrasi pemeliharaan jaringan listrik. (BP/dok)
NEGARA, BALIPOST.com – Selama empat bulan ke depan, PLN melakukan pemeliharaan jaringan di sepanjang jalur Gilimanuk-Negara-Antosari. Pemeliharaan berupa penggantian konduktor berkapasitas lebih banyak ini dilakukan mulai Sabtu (8/7).

Masyarakat di sepanjang jalur diimbau untuk mendukung salah satunya tidak bermain layang-layang. Manajer Unit Pelaksana Proyek (UPP) JBTB III, Hendrawan ditemui Jumat (7/7) mengatakan pemeliharaan ini dilakukan selain untuk peremajaan juga menunjang peningkatan daya. “Dari evaluasi kami, ini perlu dilakukan melihat pertumbuhan kelistrikan di Bali yang sangat tinggi. 12 persen, lebih tinggi dibanding Jawa Timur,” ujarnya didampingi Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Bali, I Gusti Ketut Putra.

Panjang jalur dari Gilimanuk hingga Antosari hingga 81,3 kilometer route. Terdiri dari Gilimanuk-Negara 35,3 kilometer route dan 45,3 kilometer rute Negara-Antosari. Pengerjaan dilakukan bertahap agar pasokan listrik kabel laut Jawa-Bali tidak semuanya mati. “Pemeliharaan ini berdampak pada pasokan listrik dari Jawa, yang semula 340 MW menjadi 250 MW,” terangnya.

Baca juga:  PPDB SMA/SMK Bali Konsisten Ikuti Permendikbud

Pihaknya mengharapkan dukungan masyarakat sekitar jalur yang akan dilakukan pemeliharaan itu. Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan aliran listrik terputus. Di Jembrana, layang-layang menjadi faktor penyebab dan selama sebulan terakhir meningkat drastis.

Manajer PLN Rayon Negara, Putu Kariana mengatakan selain oleh faktor lainnya seperti binatang dan dahan atau ranting pohon, layang-layang merupakan faktor utama. Menurut pria asal Karangasem ini selama bulan Juni 2017 telah terjadi 51 gangguan listrik, 38 diantaranya karena layang-layang dan sisanya karena disebabkan tikus, cicak dan ular.

Jauh dibanding bulan sebelumnya, akibat layang-layang hanya 12 kali. Karena itu pihanya mengimbau kepada masyarakat penggemar layang-layang agar tidak melakukan atau memainkan layang-layang di dekat tiang saluran atau kabel listrik. Selain dapat membahayakan diri sendiri dan listrik padam, juga dapat merusak peralatan jaringan listrik yang berdampak pada listrik padam. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.