DENPASAR, BALIPOST.com – Puluhan perwakilan Forum Komunikasi Guru Honor Kota Denpasar, Kamis (15/6) mendatangi DPRD Kota Denpasar. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan nasib pascatidak bolehnya sekolah memungut dana komite sebagai sumber gaji guru honor.

Perwakilan guru honor itu diterima Wakil Ketua DPRD, Komisi IV, beserta jajarannya. Mereka berjanji akan segera menindaklanjuti aspirasi para guru kepada Pemerintah Kota Denpasar.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honor Kota Denpasar, Komang Eka Putra, mengatakan saat ini upah yang diterima sangat di bawah standar dan tidak manusiawi. Bahkan ada yang menerima hanya 450 ribu rupiah per bulan. Dana itu diambil dari 15 persen dana BOS.

Ia berharap DPRD Kota Denpasar agar memperjuangkan aspirasi para guru honor serta kejelasan nasib mereka, terlebih lagi jika pelaksanaan full day school jadi diterapkan.

Baca juga:  Pemerintah Harus Lakukan Langkah Pengelolaan

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya mengatakan akan memperjuangkan aspirasi para guru honor ini. Setidaknya berkoordinasi ke Dinas Pendidikan serta Wali Kota Denpasar.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, AA Gede Widiada mengatakan kondisi guru honor di Kota Denpasar memang memprihatinkan. Pemerintah wajib memiliki solusi pasti agar guru honor mampu mengajar dengan nyaman dan murid SD di Kota Denpasar tetap mendapat pembelajaran yang baik.

Secara keseluruhan guru honor SD di Kota Denpasar berjumlah 599 orang. Sementara guru honor SMP berjumlah 253 orang. (kmb/balitv)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.