medsos
Bupati Jembrana I Putu Artha. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Beredarnya foto dan video syur istri pejabat menjadi perhatian Bupati Jembrana I Putu Artha. Apalagi ini merupakan yang keduakali terjadi dengan unsur pemerasan. Orang nomor satu di Gumi Makepung itu mengimbau kepada seluruh pejabat agar bijak dan berhati-hati berinteraksi di media sosial (medsos).

Bupati Artha Rabu (14/6), langsung menginstruksikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana dalam setiap kesempatan pertemuan Dharma Wanita diberikan himbauan mengenai hal ini. Apalagi sudah dua kali terjadi dan ujung-ujungnya ada dugaan pemerasan. “Saya harap ini menjadi perhatian, berhati-hati dalam berinteraksi di medsos,” ujar Bupati Artha.

Sejatinya, dalam setiap kesempatan himbauan ini sudah sering disampaikan. Bahkan ada instruksi kepada para pejabat agar mewaspadai kejahatan melalui medsos itu. Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengatakan kejahatan yang memanfaatkan medsos ini memanfaatkan dan mengincar para ibu-ibu pejabat. “Lantas masuknya dari mana? Ketika mengunggah foto seksi kemudian (status) suka galau di Medsos, disana celah (pelaku) untuk masuk,” tandas Wabup Kembang.

Kemudian para pelaku masuk menggunakan akun palsu yang menarik. Berlanjut ke curhat, sampai bertindak yang diluar nalar. Selanjutnya, pelaku akan mengatakan kesulitan uang, pinjam uang dan memeras. Ketika tidak dapat, ujung-ujungnya fotonya diunggah. “Sasarannya ibu-ibu pejabat, kalau kalangan ramai, tidak ada hubungan dan bukan sasaran. Diperas sampai habis uangnya dan pada akhirnya minta ke suaminya. Dan saya yakin banyak kasus yang sama tetapi belum terekspos,” tukas Kembang.

Baca juga:  Media dan Budaya Berpikir Kritis

Berulangkali Bupati dan Wabup mengimbau bahkan menginstruksikan agar tidak mengunggah foto seksi dan status galau. “Gunakan medsos dengan baik dan cerdas. Ada modus kejahatan seperti ini agar diperhatikan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar foto dan video syur yang diduga istri salah satu pejabat lurah di Jembrana lewat medsos. Kepada wartawan, NG, lurah yang diduga foto istrinya diunggah di FB mengungkapkan akun facebook yang digunakan itu merupakan akun palsu istrinya, SN (37). Pihaknya juga sudah meminta kerabat untuk melaporkan ke polisi. Sebab selain menggunakan akun palsu, juga ada unsur pemerasan. Foto dan video itu diduga hasil rekaman percakapan melalui video call oleh oknum yang memeras. Istrinya seperti tidak sadar melakukan dan menuruti permintaan orang tersebut.

Belakangan juga muncul sms pemerasan. Dalam sms tersebut, istrinya diminta mengirimkan sejumlah uang. Apabila tidak, maka foto dan video itu akan diunggah dan disebarluaskan. Kasus ini merupakan yang keduakali terjadi di Jembrana. Sasarannya juga salah satu istri pejabat wilayah (surya dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.