pelabuhan
Pemeriksaan yang dilakukan di Gilimanuk pasca peledakam bom di Kampung Melayu, Jakarta. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Pasca peledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta yang menewaskan tiga anggota polisi, jajaran Polres Jembrana, Rabu (24/5) malam langsung melakukan pengamanan ketat di Pelabuhan Gilimanuk dan penebalan pasukan.
Penebalan pasukan tersebut diambil dari semua fungsi kepolisian, termasuk menambah Perwira Pengendali (Padal).

Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo langsung memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan pengamanan dan pemeriksaan di pelabuhan Gilimanuk, terutama di pintu masuk menuju Bali. Seusai pisah kenal antara dirinya dengan AKBP Djoni Widodo yang pindah menjadi Kapolres Gianyar, Kamis (25/5) siang, Kapolres mengatakan pihaknya begitu mendapat informasi ada peledakan bom langsung melakukan antisipasi.

Yang pertama dilakukan memperketat mako Polres dan Polsek karena sasaran bom adalah polisi. Setiap orang yang masuk diperiksa. Penebalan pasukan juga dilakukan.
Dimana di Polsek Negara dari 42 personil menjadi 105 personil ditambah Polres Jembrana ditingkatkan dari 158 personil menjadi 201 personil.

Ini untuk mengantisipasi 14 titik rawan. Polsek Pekutatan dari 32 personil menjadi 40 personil untuk antisipasi 2 titik. Wilayah Polsek Mendoyo dari 30 personil menjadi 48 personil untuk antisipasi 3 titik rawan. Polsek Melaya dari 36 personil menjadi 53 personil untuk antisipasi 2 titik rawan. Serta Polsek Gilimanuk dari 56 personil menjadi 72 personil dan ditambah bantuan lagi 40 personil dari Polres dan 10 dari Brimob.

Langkah ini diambil guna mengintensifkan pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan yang masuk Bali, guna mengantisipasi masuknya jaringan teroris ke Bali. Termasuk antisipasi masuknya pelaku kejahatan lain dan masuknya barang-barang berbahaya lainnya.

Baca juga:  Pasar Gilimanuk Mulai Dibongkar

Kapolres Priyanto mengatakan kewaspadaan harus ditingkatkan karena berbagai antisipasi harus dilakukan untuk menjaga keamanan Bali. Pihaknya juga memerintahkan anggotanya untuk melakukan pemantauan itensif di jalur – jalur tikus dan pelabuhan-pelabuhan rakyat. Karena tidak menutup kemungkinan pelaku kejahatan termasuk teroris masuk ke Bali melalui jalur tikus dan pelabuhan rakyat.

Disamping meningkatkan pengamanan dan memperketat pemeriksaan di pintu masuk Bali, Kapolres juga meminta seluruh anggotanya agar selalu waspada dalam melaksanakan tugas. Terlebih belakangan ini aksi teror yang dilakukan kelompok teroris membidik anggota polisi yang sedang melakukan tugas di lapangan.

Kapolres Priyanto juga mengatakan, disamping meningkatkan pengamanan dan pemeriksaan di pintu masuk Bali, pihaknya juga memerintahkan untuk mengintensifkan patroli dan yustisi serta berkoordinasi dengan aparat di desa atau banjar agar selalu waspada dan mendata orang-orang baru.

Bhabinkamtibmas juga sudah diperintahkan untuk lebih intensif melakukan sambang desa dan selalu memantau perkembangan yang terjadi di desa binaannya. Tentunya agar selalu menjalin koordinasi dengan aparat di desa. Pengamanan dan pemeriksaan di pintu ke luar Bali di pelabuhan Gilimanuk harus tetap dilaksanakan sesuai protap. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kaburnya pelaku kejahatan yang melakukan aksinya di Bali ke Jawa.

Pihaknya juga akan tetap melakukan pemantauan di Gilimanuk. “Kami akan menjaga Bali dari Gilimanuk semaksimal mungkin,” jelasnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.