PLTM Muara
PLTM Muara akan melistriki 2.500 rumah di Buleleng. (BP/dok)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 2.500 rumah di Kabupaten Buleleng dipastikan dapat terjangkau jaringan listrik. Ini menyusul beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTM) Muara di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.

Pembangkit listrik ini diklaim sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan pertama dan satu-satunya Bali. PLTM ini beroperasi dengan memanfaatkan aliran air Irigasi Tiyingtali yang berada di perbatasan Desa Panji dengan Desa Sambangan. Aliran air tersebut menggerakkan dua turbin hingga mampu memproduksi listrik sekitar 2.300 kilowatt.

Direktur Utama PT. Panji Muara Raya, Andri Doni mengatakan, hingga pembangkit ini resmi beroperasi energi listrik maksimal sampai dengan 2.300 kilowatt belum bisa diwujudkan. Sampai kini PLTM Muara hanya mampu menghasilkan maksimal 2.116 kilowatt, atau 92 persen dari kapasitas maksimal pembangkit.

Kapasitas itu dihasilkan ketika musim hujan yang memicu membesarnya volume air. “Memang produksi listrik fluktuasi karena tergantung aliran air. Kalau musim hujan maksimal hanya bisa 92 persen. April hanya 75 persen, dan kalau bulan seperti sekarang ini daya listrik yang dihasilkan 65 persen,” katanya.

Baca juga:  Korban Tertabrak Truk di Labuan Sait Dimakamkan

Manajer Area PLN Bali Utara, Ansats Pram Andreas Simamora mengatakan, tambahan suplai listrik dari PLTM Muara memperkuat ketersedian kelistrikan di Buleleng. Dengan demikian, beban puncak kelistrikan di Buleleng saat ini mencapai 44 megawatt bisa terpenuhi dan bahkan bisa menyimpan cadangan listrik ke depannya. “Daya listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke jaringan PLN di Desa Panji dan sekitarnya, jadi ini akan focus memperkuat kelistrikan di Bali Utara,” jelasnya.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyambut positif beroperasinya PLTM Muara di daerahnya. Keberadaan pembangkit listrik ini menunjukkan bahwa Buleleng potensial untuk mengembangkan sumber energi terbarukan. Agus meminta menejemen PLTM Muara juga konsisten dengan kondisi alam di sekitarnya. “Kami mendukung dan ke depan menejemen kami hanya meminta jaga lingkungan di sekitarnya. Cukup tanam seratus pohon tiap tahun, tapi hidup semua. Kalau sudah untung, silahkan bantu kami melalui penyaluran CSR untuk kesenian dan pembangunan di dua desa ini,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.