AMO
Mesin AMO. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Di Denpasar terdapat 7 Air Minum Otomatis (AMO). Diantaranya terdapat di Lapangan Puputan Badung 2, Lapangan Renon 1, Sanur 1, Lapangan Lumintang 2, di area Sewaka 1. Rata-rata AMO tersebut berusia 5 tahun.

“AMO yang di Puputan yang pertama dibuat,” kata Direktur PDAM Denpasar, IB Arsana, ketika ditemui di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Jumat (14/4).

Arsana menuturkan, penyebab kematian Rendi Rizaldi (13) belum bisa dipastikan apakah karena kesetrum atau bukan. Pihaknya masih menunggu dari pihak penyidik kepolisian. Namun mengingat keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah Rendi, maka jenazah dimakamkan hari itu juga pukul 14.00.

“Itu AMO yang pertama saya buat. Modelnya baru. Yang selanjutnya kita buat AMO style Bali. Inilah yang akan kita kaji lagi, apakah AMO ini kita pertahankan seperti ini atau kita rubah ke style Bali,” jelasnya.

Baca juga:  Mahabandana Prasada Dikolaborasi dengan Festival Puputan Badung ke-5

Ia pun tidak menduga AMO dapat merenggut nyawa seorang remaja. “Karena dari sekian tahun kita buat AMO, ini yang pertama terjadi kejadian ini,” tandasnya.

Maka dari itu, untuk sementara, semua AMO ditutup. “Pelayanan umum itu kita sementara tutup. Total AMO kita tutup, untuk mengantisipasi trauma masyarakat,” imbuhnya.

Perawatan AMO dilakukan secara berkelanjutan. Ada perawatan kebersihan, ada perawatan pergantian. Cek kebersihan dilakukan 2 minggu sekali sesuai SOP dan tergantung situasi. Begitu juga pergantian filter diakui dilakukan secara kontinyu.

AMO memang menggunakan aliran listrik untuk melakukan filter terhadap air, membunuh kuman dan kebersihan air itu sendiri. “Itu yang butuh listrik 220 volt atau 450 watt,” tandasnya. Listrik yang digunakan listrik rumah tangga hanya untuk operasional AMO.

Jika memang Rendi meninggal karena kesetrum, alat tersebut akan dirubah dan distributornya akan dipanggil. Bentuk AMO juga akan   dirubah.(citta maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.