Unud
Para peserta SBMPTN sedang serius mengerjakan soal. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Tahun ajaran 2017/2018, ada yang berubah dalam sistem penerimaan mahasiswa baru di Universitas Udayana (Unud). Unud tidak lagi menerima mahasiswa baru dari jalur mandiri.

Jalur SNMPTN, sistem penerimaan tanpa tes. Penilaian dinilai dari aspek prestasi anak didik dan dari rekam jejak sekolah. Kuotanya minimal 30 persen. Sedangkan jalur SBMPTN harus mengikuti ujian tulis sehingga hasilnya berdasarkan ujian tulis. Kuotanya minimal 30 persen dari total daya tampung. Sistem penerimaan mandiri sesuai aturan Dikti memang dianjurkan. Kuotanya maksimum 30 persen.

Menurut Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr.dr. Ketut Suastikan, Sp.PD-KEMD, didampingi Wakil Rektor I, Prof. Dr.drh. I Made Damriyasa, MS, Selasa (11/4), Udayana meniadakan tes untuk mandiri. Hal ini untuk menekan biaya yang dikeluarkan.

Baca juga:  Fasilitas Kurang Memadai, UNBK Digelar Bergilir
Dijelaskan, setelah pengumuman SBMPTN dan setelah pendaftaran ulang, jika terdapat program studi yang daya tampungnya masih lebih dari mahasiswa yang masuk, Unud akan membuka penerimaan mahasiswa baru, khusus untuk prodi yang belum terpenuhi daya tampungnya. Mekanismenya, tidak lagi mengadakan tes tapi cukup melamar saja sesuai dengan prodi yang ada. “Kemudian yang dipakai adalah nilai ujian SBMPTN itu,” jelasnya.

Pihaknya akan menyurati seluruh SMA di Bali tentang perihal tersebut. Dari 13 fakultas dan 46 program studi di Unud daya tampung sebanyak 5.770 mahasiswa.

Untuk pendaftaran SBMPTN, Wakil Rektor Unud, Prof. Dr.drh. I Made Damriyasa, MS, mengatakan, tahun ini pertama kalinya ISI bersama-sama dengan Unud membuka penerimaan mahasiswa baru. Pendaftarannya dimulai Rabu (12/4) begitu juga dengan ISI Denpasar.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama ISI Denpasar, Drs. I Gusti Bagus Priatmaka, MM mengatakan, penerimaan calon mahasiswa baru di ISI Denpasar juga menggunakan jalur SBMPTN. Setelah mengikuti ujian SBMPTN, calon mahasiswa juga mengikuti ujian keterampilan.

Dari 10 program studi yang ada di ISI Denpasar, dikatakan baru 9 yang disetujui untuk diikutkan dalam SBMPTN. “Prodi pedalangan tidak diikutkan dalam SBMPTN,” imbuhnya.

Namun dalam penerimaan mahasiswa baru itu, ISI Denpasar masih bernaung di Unud. Sedangkan ujian keterampilannya ditentukan panitia pusat dan dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.