BOJONEGORO, BALIPOST.com – Burung cinta atau yang lebih akrab disebut Lovebird memang memiliki warna yang cantik. Kini burung tersebut banyak digandrungi para kicau mania.

Membudidayakan burung ini juga merupakan bisnis yang menggiurkan. Di Kabupaten Bojonegoro, seorang pekerja swasta mampu membudidayakan burung ini hingga memiliki omzet puluhan juta rupiah perbulannya.

Burung ini selain memiliki warna yang cantik, juga banyak diburu karena kicauannya. Umumnya mereka yang membeli Lovebird memelihara untuk mengikuti lomba burung berkicau.

Banyaknya peminat burung ini juga dimanfaatkan para peternak untuk mengembangbiakkannya. Salah satunya Khuzaini, warga Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Sudah hampir lima tahun, ia membudidayakan burung Lovebird ini. Dikandang yang berukuran 10 x 15 meter tersebut, sudah ada sebanyak 130 pasang burung.

Lovebird sendiri memiliki varietas jenis yang bermacam-macam. Perbedaan jenis Lovebird sendiri terletak pada warna burung itu sendiri, seperti lotino yang memiliki warna kuning berkepala merah serta bermata merah, parblue yang memiliki warna biru bercampur dengan kombinasi warna putih yang cantik, dan masih banyak jenis Lovebird yang ia tangkarkan.

Baca juga:  Asuransi Sapi Belum Dilirik Peternak Perseorangan

Burung ini cenderung mudah untuk ditangkarkan. Sementara, untuk harga perpasang burung Lovebird yang siap ditangkarkan juga bervariatif, tergantung jenis burung itu sendiri. Kisarannya antara 500 ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Menurut Khuzaini, dalam menangkarkan burung Lovebird tidaklah memakan banyak waktu dan perhatian khusus. Cukup diberi makan berupa milet serta minum air putih. Dan untuk nutrisi cukup dengan jagung muda serta sayuran kangkung.

Anakan Lovebird yang siap jual juga memiliki harga yang bervariatif. Mulai dari harga 150 ribu rupiah per ekor hingga jutaan rupiah. Hal tersebut dapat dibedakan dari jenis burung itu sendiri. Ia mengaku dalam satu bulan dapat meraup untung sebesar 30 hingga lima puluh juta rupiah. (Sumali/surabayatv)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.