Petugas saat membersihkan sampah di got. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Selama ini masyarakat Bangli sebagian besar masih saja nekat membuang sampah sembarang. Akibatnya, ketika hujan turun banjir melanda sejumlah ruas jalan di Kota Bangli. Guna lebih menyadarkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli melakukan sosialisasi kembali terkait Perda Sampah dan masasang spanduk di sejumlah titik terkait bahanya membuang sampah sembarangan.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ida Ayu Gede Yudi Sutha saat dikonfirmasi Minggu (19/3), kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih tergolong rendah. Pasalnya, banyak masyarakat yang masih saja nekat membuang sampah sembarangan terutama di got-got. Padahal, tanpa disadari apa yang mereka lakukan tersebut mampu mencemari lingkungan dan dapat memicu terjadi banjir ketika turun hujan.

“Kita harap masyarakat bisa lebih sadar dalam kebesihan lingkungan. Apalagi kebersihan menjadi salah satu indikator penilaian Adipura Desa. Jadi kita minta bisa menjaga kebersihan lingkungan disekitar mereka agar tetap terjaga,” ungkap

Baca juga:  Cek Pemicu Banjir di Kota Bangli, Ini Temuan DLH

Yudi Sutha mengatakan, untuk menyadarkan masyarakat agar mau membuang sampah pada tempatnya, pihaknya bakal kembali melakukan sosialisasi Perda tahun 2013 tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat. Selain melakukan sosialisi, pihaknya juga bakal  memasang sepanduk di beberapa titik terkait bahanya membuang sampah sembarangan.

“Memang untuk menyadarkan masyarakat membutuhkan waktu. Karena kita menghadapi orang banyak. Jadi tidak bisa instan. Intinya kita ingin supaya masyarakat bisa lebih sadar bahanya membuang sampah sembarang dan lebih perduli terhadap lingkungan sekitar. Apalagi membuang ampah di got, itu pasti akan memicu terjadinya banjir. Semoga langkah yang kita lakukan nanti bisa menyadarkan mereka,” jelas Yudi Sutha.

Lebih lanjut dikatakannya, tahun ini anggran untuk membagunan drainase sudah dianggarkan oleh pemda. Jadi sekarang tinggal menungggu tindak lanjut dari Dinas PU. “Selama drainase belum diperbaiki banjir terus akan terjadi. Mengingat drainase yang sekarang sangat kecil. Semoga pembanguan drainase bisa cepat dilakukan,” harap Yudi Sutha (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.