Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan. (BP/dwa)
SEMARAPURA, BALIPOST.com –  Pemkab Klungkung melakukan penyemprotan disinfektan terhadap hewan secara missal yang ada di pasar hewan,  di mulai dari Galiran Klungkung, Jumat (17/3) pagi. Selanjutnya dilakukan pengecekan ternak dan rumah potong hewan oleh petugas, juga disertai pemberian sarung tangan kepada pedagang hewan di pasar tradisional.

Dimana, semua kandang-kadang penyimpanan hewan, baik babi, ayam dan itik disemprot oleh petugas dari dinas pertanian untuk mencegah datangnya berbagai penyakit, seperti meningitis dan flu burung.

Plt. Kepala Dinas Pertanian yang membidangi kesehatan hewan Klungkung, Ida Kade Arga menyatakan berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. selain penyemprotan secara masal, juga dilakukan penyuluhan terkait tata cara mengolah atau memasak dan mengkonsumsi daging.

Selain cara itu, petugas juga mendeteksi keluar masuk hewan di Kabupaten Klungkung dan upaya penyemprotan di pasar hewan dan peternakan akan dilakukan setiap satu minggu sekali.Sementara pihak dokter hewan juga terus melakukan pemantauan ke peternak-peternak, menghindari penyakit menular. “Penyakit hewan bisa cepat menyebar ketika terjadi peralihan cuaca, apalagi saat terjadi cuaca buruk,” beber Kade Arga.

Baca juga:  2 Ton Daging Ayam Ditolak Masuk Bali

Sementara penjual babi mengaku sangat terpengaruh dengan beredarnya informasi tentang penyebaran bakteri miningitis. Akibat informasi tersebut penjualan selama satu minggu menurun drastis. Selain itu penurunan juga terjadi penjualan ayam dan itik karena masyarakat banyak yang menghindari makan daging untuk sementara waktu.

“Upaya penyemprotan disinfektan ini diharapkan mampu mencegah penularan penyakit hewan, yang biasa datang setiap peralihan cuaca,”  pungkasnya. (dewa farendra/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.