Meningitis streptococcus suis merupakan meningitis bakteri akut zoonosis yang penularannya dari babi ke manusia. (BP/ist)
TABANAN, BALIPOST.com – Dari pemeriksaan laboratorium, sampel babi dari Banjar Pengayehan Desa Gubug Tabanan ternyata negatif. Hasil ini menjadi tanda tanya sebab salah satu pasien suspect Meningitis Streptococcus suis (MSS) dinyatakan positif.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, drh. I Made Arya Putra, Kamis (15/3) mengatakan sampel babi yang diperiksa adalah babi yang hidup satu kandang dengan babi yang diduga mengandung bakteri Streptococcus suis kemudian dikonsumsi warga di Banjar Pengayahan Desa Gubung Tabanan. Menurut Arya, babi yang masih hidup ini tidak menunjukkan gejala sakit.

Biasanya babi yang terinfeksi Streptococcus suis akan menunjukkan gejala bengkak pada kaki dan jalannya terlihat tidak wajar. ‘’Tetapi babi yang hidup ini sampelnya ternyata negatif,’’ ujar Arya.

Baca juga:  Total Sudah 36 Pasien Terjangkit Streptococcus Suis
Lanjutnya, penularan babi yang terinfeksi dengan babi sehat apabila dalam satu kandang sangat besar terjadi. Karena penularannya lewat makanan yang terkontaminasi liur babi sakit dan lewat kotoran.

Dengan tidak terinfeksinya babi yang sempat satu kandang dengan babi yang diduga terinfeksi bakteri, menurut Arya, bisa saja babi yang dikonsumsi warga juga tidak mengandung bakteri. Hal ini tentu menjadi pertanyaan darimana pasien terinfeksi bakteri Streptococcus suis.

Satu Positif

Terlebih dari tiga pasien suspect, satu dinyatakan positif dan dua lainnya sedang menunggu hasil. ”Memang babi yang masih hidup ini sempat mendapatkan suntikan antibiotik. Tetapi efeknya terlihat lima hari kemudian. Sementara sampel diambil dua hari setelah diberi suntikan,” papar Arya.

Untuk ini, pihak Dinas Pertanian akan tetap melakukan surveilan di setiap kecamatan dan memantau kasus ini di masyarakat. Jika ditemukan ciri-ciri babi yang mengarah pada infeksi bakteri Streptococcus suis akan segera dilaporkan.

Baca juga:  Bakteri Streptococcus Suis Ditularkan Lewat Ini
Mengenai hasil yang positif pada pasien, dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika. Pasien yang positif adalah I Gusti Putu Sujana (60) warga Banjar Pengayehan Gubug Tabanan yang saat ini dirawat di RSUP Sanglah. Sementara dua pasien suspect lainnya yang dirawat di BRSU Tabanan, sampelnya sedang diperiksa dan belum turun hasilnya.

Adanya hasil negatif di Babi, lanjut Suratmika,  bisa saja penularan bakter Streptococcus suis ini tidak berasal dari babi tetapi dari daging hewan jenis mamalia lainnya. ‘’Sebab,  bakteri ini tidak hanya bisa menginkfesi  babi tetapi juga hewan mamalia lain,’’ ujarnya.

Untuk itu Suratmika mengajak masyarakat untuk mengolah makanan jenis apapun secara sehat, matang dan higienis. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.