Ilustrasi KDRT. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Kesal lantaran istrinya sering minggat dari rumah membuat Kadek Juwena (50) warga asal Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng tega menganiaya istrinya Ni Made Pasti (45) dengan sebilah parang hingga mengakibatkan jari tangan korban putus.

Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dilakukan Juwena di rumah asal istrinya di Desa Sukawana Kintamani, Minggu (12/3) malam.

Kasus KDRT tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 wita. Kejadian berawal saat korban yang sudah menikah ke Singaraja ini pulang ke rumah asalnya di Banjar Tanah Daha Desa Sukawana, Kintamani. Korban pulang ke rumah asalnya karena sering terlibat cekcok dengan suaminya.

Saat korban tertidur di dalam rumahnya di Sukawana, Jumewa yang datang dari Singaraja, tanpa basa-basi langsung menebas korban dengan sebilah parang. Beruntung korban yang tersadar saat itu menghindar dan berusaha menangkis serangan suaminya.

Baca juga:  Nyepi, RSU Bangli Siagakan 90 Petugas

Namun sayang, saat berusaha menangkis, korban terkena sabetan parang hingga mengakibatkan beberapa jari tangannya putus.

Oleh beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kintamani. Akan tetapi karena luka yang dialami cukup serius, korban pun dirujuk ke RSU Bangli.

Kanit Reskrim Polsek Kintamani AKP Dewa Gde Oka seizin Kapolsek Kompol Gede Sumena saat dikonfirmasi mengatakan, mendapat adanya laporan KDRT tersebut pihaknya langsung mengamankan pelaku ke Polsek Kintamani.

Dari hasil interogasi yang dilakukan, diketahui bahwa pelaku nekat menganiaya istrinya karena kesal dengan korban lantaran sering minggat dari rumahnya di Desa Les, Tejakula.

Sementara korban mengaku terpaksa minggat dari rumahnya di Desa Les karena sering dianiaya oleh suaminya. “Korban juga menjelaskan bahwa suaminya sering mabuk,” kata AKP Dewa Oka. (dayu rina/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.