Penyeberangan barang menuju Nusa Penida. (BP/dwa)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Biaya jasa penyeberangan menjadi persoalan utama mahalnya harga komoditi di Nusa Penida. Untuk itu, pemerintah kabupaten Klungkung akan memberikan subsidi penyebrangan khusus untuk beras.

Subsidi diberikan untuk menekan harga beras di Nusa Penida sehingga masyarakat menengah ke bawah dapat membeli beras dengan biaya yang tidak terlalu mahal dari wilayah daratan.

Antara Nusa Penida dengan Klungkung daratan memiliki selisih harga yang amat besar. Bahkan harga sembako yang dijual di Nusa Penida dapat mencapai harga dua kali lipat dari Klungkung daratan. Selain dipengaruhi harga pasar, kondisi penyeberangan juga menjadi pengaruh utama peningkatan harga di Nusa Penida.

Menurut Kabag Pembangunan dan Ekonomi Ketut Sena menjelaskan, tahun 2017 telah dianggarkan sebanyak Rp 259 juta untuk biaya penyeberangan beras ke Nusa Penida. Sehingga pengiriman beras tidak lagi terkena biaya pengangkutan yang menjadi penyebab mahalnya harga beras di Nusa Penida.

Pengiriman beras ditargetkan sebesar 96 ton per bulan. Beras yang didistribusikan merupakan hasil panen petani lokal yang digarap oleh tiga KUD di Kabupaten Klungkung yakni KUD Gelgel, KUD Takmung dan KUD Dawan. Beras lokal ini nantinya akan disalurkan ke 14 BUMDes yang ada di Nusa Penida.

Baca juga:  Wisata Bahari di Nusa Penida Makin Diminati, Keselamatan Sering Diabaikan

“Beras ini ditujukan kepada masyarakat menengah ke bawah dengan harga tidak jauh berbeda dengan di Klungkung daratan,” bebernya saat dikonfirmasi, Jumat (3/3).

Subsidi penyeberangan beras mulai dilaksanakan awal April tahun ini, melalui proses tender oleh Unit Layanan Pengadaan. Selain para PNS yang ada di Nusa Penida, beras lokal ini akan didistribusikan kepada masyarakat umum di seluruh desa yang ada di Nusa Penida.

Distribusi beras lokal ini gabah dengan harga mahal dan menjualnya ke pasaran dengan harga murah. Diharapkan dengan cara ini dapat mengentaskan kemiskinan di Nusa Penida yang menjadi kecamatan terbanyak penyumbang rumah tangga miskin. (dewa farendra/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.