Penataan jalur pendakian gunung Abang. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Memasuki musim hujan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Abang Erawang melakukan penataan jalur pendakian Gunung Abang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan rute serta menjaga keselamatan pendaki dari risiko jalur licin.

Ketua Pokdarwis Abang Erawang, I Nengah Suratnata, menjelaskan bahwa penataan jalur dilakukan dari Pos 1 hingga puncak di Pos 3. Dalam penataan tersebut pihaknya mengalihkan aliran air hujan dari atas agar tidak mengalir langsung ke jalur yang menjadi rute pendakian.

Baca juga:  Pendakian di Bukit Abang Diusulkan Kembali Dibuka

“Jalurnya diperbaiki dan aliran air hujannya dialihkan supaya tidak mengikuti jalan. Kalau dari atas dibiarkan, jalurnya bisa rusak,” ujar Suratnata.

Ia menambahkan, karakteristik jalur Gunung Abang berbeda dengan Gunung Batur yang berpasir dan berbatu. Saat basah, kontur tanah di Gunung Abang menjadi sangat licin.
Untuk mencegah pendaki tergelincir, Pokdarwis juga melakukan pemasangan tali pengaman di beberapa titik rawan.

Suratnata mengungkapkan, dalam kegiatan itu pihaknya juga melakukan pembersihan sampah di areal Gunung Abang. Sampah tersebut merupakan sisa aktivitas persembahyangan yang melibatkan banyak pemedek beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Minimalkan Perbedaan Pemahaman Perkawinan Campur

Menurut Suratnata, tumpukan sampah yang tertinggal di beberapa titik seperti Pos 2 sempat disalahartikan oleh oknum pengunjung atau pendaki yang kurang disiplin sebagai tempat pembuangan sampah. Hal itu memicu penumpukan sampah baru. “Kemarin tim kami berhasil mengangkut sekitar 10 kampil (karung) sampah,” ungkapnya.

Pihaknya pun kembali mengimbau seluruh pengunjung dan masyarakat agar bersama-sama menjaga kesucian, kebersihan serta keamanan kenyamanan kawasan Gunung Abang.

Baca juga:  Kendalikan Penyebaran COVID-19, Gubernur Bali Terbitkan SE No 8 Tahun 2021

Sementara itu meski sebagian wilayah Bali mulai diguyur hujan, kawasan Kintamani terpantau masih relatif panas dan kering. Suratnata menyebutkan aktivitas pendakian tetap berjalan seperti biasa dengan kunjungan mencapai sekitar 150 orang pada Sabtu kemarin. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN