Pihak Kereta Api Indonesia (KAI) mempresentasikan rencana pembangunan trem Bandara Ngurah Rai-Canggu. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pemerintah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp2 triliun untuk proyek pembangunan layanan kereta api di Bali.

Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin rencana pembangunan kereta api atau trem Bali akan memakan waktu pengerjaan sekitar 2 tahun. Proyek tersebut akan dibagi menjadi dua fase yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Legian, serta Legian ke Canggu.

“Kami sampaikan anggaran yang untuk kereta Bali itu sekitar Rp2 triliun lebih,” ujar Bobby usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Selain melaporkan terkait proyek pembangunan layanan kereta api di Bali, Bobby juga membahas percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir, Jakarta, yang akan diintegrasikan dengan penataan kawasan Monumen Nasional (Monas) bersama Presiden Prabowo.

Baca juga:  Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan, Koalisi Masyarakat Adili Kejahatan HAM Doa Bersama di DPRD Bali

Menurutnya, revitalisasi tersebut akan mencakup penataan Taman Monas sekaligus Stasiun Gambir agar menjadi kawasan yang terintegrasi.

Anggaran yang disiapkan untuk proyek revitalisasi Stasiun Gambir pun kurang lebih akan mencapai Rp2 triliun dengan target pekerjaan selesai pada 2028.

“Kemudian untuk stasiun Gambir juga segitu (Rp2 triliun),” kata Bobby.

Proyek revitalisasi Stasiun Gambir juga akan memperhatikan konektivitas dengan moda transportasi lain, termasuk menghubungkan koridor timur yang berada di kawasan Gambir dengan MRT Jakarta di koridor barat.

Terkait proyek trem di Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster sebelumnya menyebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah tiga kali memaparkan rencana proyek tersebut dan anggarannya telah disiapkan.

Baca juga:  Diwacanakan, Kajian Ulang Pelabuhan Gunaksa

Hal itu disampaikan Koster di sela-sela Rapat Paripurna ke-51 DPRD Provinsi Bali, Senin (21/9/2026).

Menurut Koster, pembangunan transportasi massal tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027 untuk menangani kepadatan lalu lintas, khususnya di koridor Bandara Ngurah Rai-Canggu. Groundbreaking proyek trem listrik tersebut ditargetkan pada Maret 2027.

“KAI sudah tiga kali paparan, sudah oke, anggarannya juga sudah disiapkan, jadi mulai 2027 akan dibangun kereta,” ujar Gubernur Koster.

Rencana transportasi massal ini sebelumnya telah memasuki tahap kerja sama antara Pemprov Bali, Pemkab Badung, dan PT KAI. Ketiga pihak menandatangani kesepakatan pengembangan perkeretaapian di Bali pada 1 September 2026.

Baca juga:  Magic Mushroom Marak di Kuta, Polisi Targetkan Sapu Bersih

Moda yang disiapkan berupa trem listrik berbasis baterai, dengan rute yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai, Kuta, Legian, Seminyak hingga Canggu. Berdasarkan kesepakatan tersebut, panjang keseluruhan proyek mencapai sekitar 13,1 kilometer dan dikembangkan dalam dua fase.

Fase pertama mencakup Bandara-Legian sepanjang 6,6 kilometer, sedangkan fase berikutnya menghubungkan Legian-Seminyak-Canggu sepanjang 6,5 kilometer.

Pemkab Badung sebelumnya menyebut target operasi komersial fase Bandara-Legian pada kuartal IV 2028, sementara fase Legian-Seminyak-Canggu ditargetkan pada kuartal I 2031.

Kehadiran trem diarahkan menjadi salah satu solusi terhadap tingginya mobilitas di kawasan Bali Selatan. Data yang disampaikan dalam pengembangan proyek menunjukkan koridor Bandara Ngurah Rai-Canggu memiliki mobilitas harian hingga sekitar 150.000 orang dan 80.000 kendaraan. (kmb/balipost)

BAGIKAN