Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (4/11) sore ditutup menguat seiring investor global merespons positif hasil pemilihan umum (pemilu) sela Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup menguat 15,48 poin atau 0,32 persen ke posisi 4.919,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,97 poin atau 0,80 persen ke posisi 501,24.

“Hampir sepanjang perdagangan IHSG bergerak di teritori negatif, namun kemudian IHSG berbalik arah menjelang penutupan perdagangan,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, sebelumnya investor global bersikap risk off (mengurangi eksposur ke aset berisiko), karena menantikan dan mencermati hasil pemilu midterm AS yang hasilnya berpotensi mempengaruhi berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga utilitas​​​​​.

Baca juga:  Hampir 90 Persen Tambahan Kasus COVID-19 Hari Ini Disumbangkan 4 Daerah

Kemudian, para investor global merespons positif hasil pemilu midterm AS yang dimenangkan oleh Partai Demokrat, yang berhasil menguasai kendali penuh atas dua majelis tertinggi di Kongres AS, yaitu di DPR dan Senat.

“Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS direspons positif oleh investor, karena harapan akan adanya perubahan terhadap ekonomi global, terutama perubahan kebijakan fiskal, perdagangan internasional, suku bunga, nilai tukar dolar AS, serta hubungan geopolitik,” ujar Ratna.

Seiring dengan itu, harga emas menguat lebih dari 2 persen di atas level 4.000 dolar AS, didukung oleh melemahnya dolar AS dan menurunnya yield US-Treasury.

Meskipun demikian, dari dalam negeri, rupiah ditutup melemah 0,04 persen pada level Rp18.168 per dolar AS.

Baca juga:  Program Atma Kerthi Digelontor Anggaran Rp2,5 miliar

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 4.800-5.000 pada perdagangan Kamis (5/11/2026),” ujar Ratna.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 0,39 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 0,32 persen.

Sedangkan, delapan sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,36 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen nonprimer dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 1,27 persen dan 1,11 persen.

Baca juga:  Ini, Jumlah Pergeseran Anggaran Tangani COVID-19 di Bangli

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BOBA, MKNT, AIMS, TMPO dan YUPI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MGLV, LMAX, LUCY, WGSH dan NINE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,22 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,76 miliar lembar saham senilai Rp25,97 triliun. Sebanyak 224 saham naik 509 saham menurun, dan 230 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 1,41 persen ke 62.192,00, indeks Kospi menguat 0,62 persen ke 5.863,80, indeks Shanghai menguat 2,16 persen ke 3.686,17, indeks Hang Seng menguat 1,67 ke 23.919,50, dan indeks Strait Times melemah 0,01 persen ke 5.268,63. (kmb/balipost)

BAGIKAN