
DENPASAR, BALIPOST.com – Beberapa hari terakhir warga Kota Denpasar mengeluhkan terjadinya gangguan kelistrikan. Gangguan berupa padam berulang hingga penurunan daya.
Kondisi ini pun turut menyebabkan kerusakan alat elektronik. Salah saatunya dirasakan oleh warga yang tinggal di Kawasan Sanur Kauh, Supartika.
Dia mengaku pada Senin (2/11) dini hari terjadi penurunan daya. “Sekitar 4.30 daya meredup, baru normal sekitar pukul 8.45 WITA,” katanya.
Kondisi yang sama menurutnya terjadi di beberapa kawasan yakni di Jalan Batur Sari, Jalan Mukti Sari hingga Jalan Bet Ngandang. Ia yang hendak melakukan pengemasan cup (tutup) minuman dengan menggunakan mesin itu mengaku sama sekali mesin tidak berfungsi akibat turunnya daya listrik.
“Alat-alat elektronik lainnya juga gak bisa hidup. Padahal posisi kulkas dan shocase sudah dalam keadaan mati. Mesin press untuk cup minuman saya ga mau berfungsi,” katanya.
Supartika mengaku sudah sempat menghubungi kontak PLN 123 sekitar pukul 4.57 WITA. Penanganannya pun baru berhasil sekitar pukul 8.45 WITA.
Gangguan listrik juga dirasakan warga Ubung Kaja, Irene pada dua hari lalu. Dia mengaku listrik sempat padam hingga 5 kali dalam sehari tersebut.
Sampai kali kelima padam, dia mengaku alat-alat elektronik segera dimatikan. “Kalau kondisi begini alat-alat elektronik jadi cepet rusak. Kulkas terutama, apalagi kulkas saya di rumah besar,” ujarnya.
Kondisi yang sama juga dirasakan warga Ubung Kaja, Apgandhi. Beberapa hari lalu dia juga sempat mengalami gangguan listrik. “Selasa lalu (minggu lalu) sempat padam sampai tiga kali sehari itu,” katanya.
Bahkan dia mengaku kejadian serupa yang pernah dialami sebelumnya telah berdampak kepada alat elektronik yang dimiliki. “TV LED saya rusak waktu itu. Kami berharap PLN benar-benar menjaga keandalan listrik. Alat-alat elektronik sekarang mudah rusak kalau kondisi listrik seperti ini,” ungkapnya.
Hingga berita ini dinaikan. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali belum bisa dikonfirmasi. (Widiastuti/balipost)










