Tim gabungan mencari korban bencana tanah longsor yang menerjang kawasan Eco Park Pelaga, Banjar Bukit Buluk Tiying, Desa Pelaga, Badung, Senin (2/11). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bencana tanah longsor menerjang kawasan Eco Park Pelaga, Banjar Bukit Buluk Tiying, Desa Pelaga, Badung, Minggu (1/11) malam sekitar pukul 23.00 WITA. Material longsor menerjang empat tenda glamping di kawasan penginapan tersebut, satu di antaranya hanyut terbawa arus sungai.

Dari 23 tamu yang menginap saat kejadian, sebanyak 21 orang berhasil selamat. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam pencarian hingga Senin (2/11) sore.

Kedua korban tersebut masing-masing seorang warga lokal bernama Bangkit Mubarok dan seorang warga negara asing (WNA) yang identitasnya belum diketahui.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Teja, menyampaikan bahwa operasi pencarian telah dilakukan sejak kejadian dengan melibatkan tim gabungan lintas instansi. Hingga pukul 17.30 WITA, Senin (2/11), kedua korban belum ditemukan.

“Operasi pencarian akan dilanjutkan besok,” ujar Gede Teja saat dikonfirmasi, Senin (2/11) malam.

Gede Teja mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas sangat lebat menjadi pemicu longsor di kawasan tersebut. Curah hujan di kawasan Pelaga mencapai 121 milimeter per hari.

Pelaga EcoPark memiliki luas sekitar empat hektare dengan 25 unit tenda glamping. Lokasinya berada di kawasan berkontur miring dan jurang, tepatnya di tepi aliran Tukad Yeh Kilap. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pencarian korban.

Baca juga:  Masih Dompleng KK, Jalur Zonasi PPDB SMA/SMK Banyak Ditolak

Dalam upaya mempercepat pencarian, petugas melakukan sejumlah langkah, di antaranya menutup sebagian pintu air bendungan di bagian hulu untuk mengurangi debit air sungai. Langkah ini diharapkan mempermudah penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Petugas juga melakukan pencarian dengan menyemprotkan air pada timbunan material tanah di lokasi tenda yang terdampak longsor. Selain itu, penyisiran dilakukan di sepanjang sungai hingga Bendungan Batulantang yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Upaya pencarian turut melibatkan anjing pelacak K9 dari Polda Bali untuk membantu menemukan keberadaan korban di antara material longsoran maupun di sekitar aliran sungai.

Operasi pencarian dipimpin Basarnas dengan dukungan 127 personel gabungan. Unsur yang terlibat meliputi BPBD Provinsi Bali, BPBD Badung, Dinas Pemadam Kebakaran Badung, Satpol PP, satuan kesehatan Polda Bali, Polres, Polsek Petang, TNI, Dinas Pariwisata Badung, Basarnas, perangkat desa, Sabhara, tim K9, dan pihak kecamatan.

Personel tersebut terdiri atas delapan orang dari BPBD Provinsi Bali, sembilan orang BPBD Badung, enam orang Damkar Badung, enam orang Satpol PP, 15 orang satuan kesehatan Polda, 20 orang Polres, 12 orang Polsek Petang, dua orang TNI, dua orang Dinas Pariwisata Badung, tujuh orang Basarnas, delapan orang perangkat desa, 15 orang Sabhara, sembilan personel K9, serta delapan orang dari pihak kecamatan.

Baca juga:  Gianyar Perkuat Tata Kelola, Ciptakan Ekosistem Kearsipan yang Efisien

Berdasarkan informasi BPBD Bali, Pelaga EcoPark dimiliki I Kadek Suardika bersama tiga orang lainnya. Data Nomor Induk Berusaha (NIB) per 6 Oktober 2023 mencatat usaha tersebut dalam kategori penginapan remaja.

Selain longsor di Pelaga EcoPark, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali pada Minggu (1/11) malam juga memicu puluhan kejadian bencana.

BPBD Bali mencatat sebanyak 64 titik kejadian yang tersebar di tujuh kabupaten, yakni Gianyar, Badung, Buleleng, Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Tabanan.

Di Kabupaten Gianyar tercatat 15 titik kejadian, terdiri atas empat pohon tumbang, satu jalan jebol, delapan tanah longsor, satu tembok roboh, dan satu bangunan roboh.

Kabupaten Badung mencatat enam titik kejadian, meliputi satu jalan jebol, tiga tanah longsor, satu pohon tumbang, dan satu tembok roboh.

Di Buleleng terdapat lima titik kejadian, yakni satu senderan jebol, satu tanah longsor, satu jalan jebol, dan dua bangunan roboh.

Baca juga:  Angka Transmisi Lokal Terus Bertambah, Masyarakat Diminta Bawa Ini Selain Gunakan Masker

Sementara itu, Kabupaten Bangli mencatat 11 titik kejadian, terdiri atas empat pohon tumbang, enam tanah longsor, dan satu jalan jebol.

Di Kabupaten Klungkung tercatat 10 titik kejadian, meliputi tujuh pohon tumbang, satu tanah longsor, satu jalan jebol, dan satu banjir.

Kabupaten Karangasem mencatat 12 titik kejadian, terdiri atas enam pohon tumbang, empat tanah longsor, satu tembok jebol, dan satu pelinggih roboh.

Adapun di Kabupaten Tabanan tercatat lima titik kejadian, yakni satu pohon tumbang dan empat tanah longsor.

Dari sisi intensitas hujan, BPBD Bali melaporkan hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di Badung. Hujan ekstrem dilaporkan melanda Tabanan, Gianyar, Karangasem, dan Bangli. Sementara itu, Klungkung mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem. Adapun Denpasar, Jembrana, dan Buleleng mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BPBD Bali menyatakan situasi kebencanaan secara umum relatif terkendali. Namun, penanganan di Pelaga EcoPark masih menjadi prioritas, terutama untuk menemukan dua orang yang belum diketahui keberadaannya.

“Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Selasa besok dengan melibatkan tim gabungan,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN