Gubernur Bali, Wayan Koster saat meninjau kelanjutan pembangunan kawasan Taman Teknologi Turyapada Tower Komunikasi Bali Smart 6.0 Kerthi Bali di Desa Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (7/2/2026). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster optimis Turyapada Tower di Kabupaten Buleleng bakal menjadi destinasi wisata baru yang memiliki daya tarik besar. Bahkan, menara yang dibangun di Bali Utara tersebut diyakini mampu menjadi ikon pariwisata yang tidak kalah dari Menara Eiffel di Paris, Prancis maupun Tokyo Tower di Jepang. Pembangunan menara beserta penataan kawasan pendukungnya ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bali terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna ke-56 DPRD Bali, Jumat (30/10).

Koster menjelaskan, pembangunan badan utama atau badan Turyapada Tower telah selesai. Saat ini, pekerjaan berlanjut pada penataan kawasan, termasuk penyelesaian jalan akses menuju lokasi menara.

Penataan kawasan tersebut mencakup pembangunan taman, fasilitas gondola beserta terminalnya, restoran, hingga sejumlah tempat bersantai bagi pengunjung. Seluruh fasilitas pendukung itu ditargetkan rampung pada Desember 2026 agar kawasan Turyapada Tower dapat segera dipersiapkan untuk beroperasi sebagai destinasi wisata.

Baca juga:  Agar Tak Bergantung Pajak Kendaraan, Turyapada Tower Dijadikan Sumber Pendapatan

“Saya perlu melaporkan sedikit mengenai pembangunan Turyapada Tower ini, mengenai body tower-nya sudah selesai. Sekarang sedang dilanjutkan penataan kawasan termasuk jalan akses masuknya,” kata Koster.

Terkait fasilitas gondola, Koster menyampaikan peralatan yang didatangkan dari China mulai tiba secara bertahap. Pemasangan dijadwalkan dimulai pada November 2026 dan diharapkan selesai pada akhir Desember mendatang.

“Saya baru dapat laporan, gondolanya itu dikirim dari China, itu secara bertahap sudah datang. November akan mulai dibangun. Akhir Desember mudah-mudahan selesai. Tinggal dari hari H untuk peresmian,” ujarnya.

Koster mengakui, banyak masyarakat yang telah menanyakan kapan Turyapada Tower dibuka untuk umum. Namun, ia menegaskan kawasan tersebut belum dapat dioperasikan karena masih terdapat pekerjaan yang harus dituntaskan, terutama pembangunan akses jalan dan fasilitas penunjang.

“Sudah banyak sekali yang nanya, kapan dibuka, kapan dibuka? Belum, lagi nanggung. Kalau enggak ada jalan, kan enggak bisa jalan ke sana,” katanya.

Setelah seluruh pekerjaan selesai, Pemprov Bali akan menyiapkan sistem pengelolaan secara profesional. Langkah ini dinilai penting agar Turyapada Tower tidak sekadar menjadi ikon baru Bali Utara, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Baca juga:  Turyapada Tower Akan Menjadi Wisata Gratis

Koster bahkan optimistis Turyapada Tower memiliki daya tarik yang dapat disejajarkan dengan menara ikonik dunia. Keberadaan destinasi ini diharapkan menjadi magnet kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata di Kabupaten Buleleng dan wilayah sekitarnya.

“Kalau ini sudah, nah, kita punya objek wisata baru di Bali Utara yang keren. Enggak kalah sama Menara Eiffel, enggak kalah sama menara apa namanya? Tokyo Tower. Kita punya Turyapada Tower,” tukasnya.

Menurut Koster, manfaat pembangunan Turyapada Tower tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan Pemprov Bali. Aktivitas pariwisata yang tumbuh juga diharapkan mendorong perkembangan ekonomi masyarakat di kawasan sekitar, khususnya di Bali Utara.

Ia meyakini, kehadiran destinasi baru tersebut akan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, termasuk melalui tumbuhnya usaha pendukung pariwisata. Dampak tersebut diharapkan turut meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), terutama bagi Kabupaten Buleleng.

Baca juga:  Disiapkan Jadi Sumber Pendapatan Baru, Turyapada Tower Ditarget Diresmikan Awal 2027

“Nah, itu akan menjadi sumber pendapatan bagi Pemprov Bali, dan juga akan berdampak pada kawasan di sekitarnya, termasuk Tabanan dan Buleleng. Jadi ekonomi di sekitarnya saya kira akan tumbuh dan akan menjadi sumber pendapatan asli daerah, terutama kabupaten-kabupaten Buleleng,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Koster menyebut pembangunan Turyapada Tower hingga saat ini telah menyerap anggaran sekitar Rp670,5 miliar. Sementara itu, kebutuhan anggaran lanjutan sekitar Rp27 miliar pada 2027 masih disiapkan untuk menuntaskan pekerjaan penataan kawasan.

Pengembangan Turyapada Tower menjadi salah satu upaya Pemprov Bali mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah. Selama ini, aktivitas pariwisata dan ekonomi Bali dinilai masih terkonsentrasi di wilayah selatan.

Dengan hadirnya destinasi wisata baru di Buleleng, Koster berharap pertumbuhan ekonomi Bali semakin merata. Turyapada Tower diharapkan menjadi salah satu penggerak pariwisata Bali Utara yang mampu menarik kunjungan wisatawan, memperluas peluang usaha masyarakat, serta meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN