Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi (kanan) dalam rapat penanganan Karhutla. (BP/HO-Bakom RI)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Timur turut jadi perhatian pemerintah, sehingga penanganannya terus diperkuat.

Kali ini, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman di sejumlah kawasan gunung, mulai dari Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi, dilansir dari Kantor Berita Antara, Sabtu (24/10), mengatakan, tambahan armada udara disiapkan untuk memperkuat upaya pemadaman yang saat ini dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, dan unsur terkait lainnya.

BNPB akan mengirimkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan menuju Malang. Selain itu, satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat juga dikerahkan guna mendukung upaya penanganan karhutla di Jawa Timur.

Baca juga:  Ketua KPK Tegaskan Tak Ada Tebang Pilih OTT

“Kita harapkan dengan tambahan alutsista ini, kita bisa dengan cepat dan kebakaran pun tidak membara atau meluas,” ujar Kristomei, ditulis Jumat (23/10).

Penambahan armada dari pemerintah pusat ini melengkapi berbagai langkah penanganan yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik melalui operasi pemadaman dari udara maupun pengerahan personel di darat.

Pemprov Jawa Timur mencatat, pesawat water bombing telah diterbangkan sebanyak 462 kali untuk membantu memadamkan titik-titik api.

Upaya tersebut juga didukung penggunaan teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter, yang dimanfaatkan untuk menjangkau area dengan tebing curam dan sulit diakses oleh tim pemadam di darat.

Baca juga:  Titik Api di Lereng Gunung Agung Kembali Muncul

Skala kebakaran yang terjadi di Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri bagi petugas gabungan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat, karhutla telah melanda 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian.

Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi, sehingga penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya melindungi ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.

Selain kondisi cuaca ekstrem, munculnya titik api secara bersamaan di sejumlah gunung juga menjadi perhatian pemerintah.

Pola tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya faktor aktivitas manusia, baik berupa kesengajaan maupun kelalaian, yang dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran.

Baca juga:  Karhutla Melanda, Kawasan Kawah Ijen Ditutup Sementara

Karena itu, upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengerahan armada pemadaman. Aparat penegak hukum bersama satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga akan memperketat pengawasan serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah munculnya titik api baru di kawasan hutan dan gunung.

Dengan tambahan helikopter water bombing, dukungan pesawat OMC, serta penguatan operasi darat dan pengawasan, pemerintah berharap kebakaran di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur dapat segera dikendalikan. (kmb/balipost)

BAGIKAN