Karhutla kembali ditangani tim gabungan di kawasan HPT, perbukitan Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Senin (21/9). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian dalam penanganan kebencanaan di Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat 10 kejadian karhutla dari total 16 kejadian bencana selama periode 12–18 Oktober 2026.

Pada saat bersamaan, distribusi air bersih masih dilakukan di lima kabupaten untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kalaksa BPBD Bali, I Gede Teja, Selasa (20/10), mengungkapkan karhutla menjadi jenis kejadian paling dominan melanda Bali dalam periode 12-18 Oktober 2026. Selain 10 kebakaran hutan dan lahan, tercatat empat kebakaran gedung dan permukiman serta dua kejadian cuaca ekstrem berupa angin kencang.

Dari sebaran wilayah, Karangasem mencatat kejadian terbanyak dengan enam kasus, disusul Buleleng empat kasus dan Jembrana dua kasus. Sementara Badung, Tabanan, Denpasar, dan Klungkung masing-masing mencatat satu kejadian.

Baca juga:  Dampak Kemarau Meluas, Bali Alami Krisis Air Bersih dan Kebakaran Hutan

Potensi kebakaran lahan juga masih muncul pada Senin (19/10). Berdasarkan laporan situasi kebencanaan BPBD Bali pukul 18.00 WITA, terdapat empat titik kebakaran lahan di Karangasem, Klungkung, Buleleng, dan Badung. Seluruh kejadian dilaporkan telah tertangani tanpa korban jiwa.

Di Kabupaten Karangasem, kebakaran terjadi di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen. Di Klungkung, api membakar lahan ilalang seluas sekitar satu hektare milik PT Pesona Lepang di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan.

Kebakaran lahan milik warga juga terjadi di Banjar Dinas Pemaroan, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng, dengan luas sekitar dua hektare. Sementara di Badung, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Menggelar Rapat, Berikut Ala Ayuning Dewasa 7 Oktober 2025

Di luar penanganan kebakaran, pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi pekerjaan yang berlanjut. Sepanjang periode 12–18 Oktober, BPBD Bali bersama PMI di masing-masing wilayah dan Dinas PUPRKIM Provinsi Bali mendistribusikan total 177.500 liter air bersih.

Tabanan menerima distribusi terbanyak, yakni 62.500 liter, disusul Buleleng sebanyak 56.000 liter. Selanjutnya, Klungkung menerima 30.000 liter, Jembrana 24.000 liter, dan Karangasem 5.000 liter.

Penyaluran air bersih berlanjut pada Senin (19/10) di Kabupaten Jembrana. Sebanyak 10.000 liter air didistribusikan ke dua lokasi, masing-masing 5.000 liter di Banjar Sangkuni, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, dan 5.000 liter di Banjar Kedisan, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Landa Bali: 76 Titik Bencana, 30 Warga Dievakuasi

Sementara itu, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Bali pada Senin dilaporkan cerah. Kondisi tersebut terpantau di Karangasem, Klungkung, Gianyar, Denpasar, Bangli, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng. Adapun Badung mengalami cuaca cerah berawan.

Informasi BMKG untuk periode 19 Oktober pukul 08.00 WITA hingga 20 Oktober pukul 08.00 WITA juga tidak menunjukkan adanya peringatan dini hujan maupun angin kencang.

Meski situasi kebencanaan selama periode mingguan dilaporkan terkendali tanpa dampak masif dan korban jiwa, kejadian kebakaran lahan yang masih berulang menjadi perhatian dalam upaya mitigasi. Kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat petugas diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga di daerah yang masih memerlukan pasokan air bersih tetap terpenuhi. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN