Salah satu Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang masih menggunakan bola lampu. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sejumlah akses menuju permukiman warga dan tempat suci di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, masih minim penerangan. Dari hasil pendataan, banyak lampu penerangan jalan umum (PJU) yang terpasang tidak lagi berfungsi.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah kecamatan di tengah rencana penambahan ribuan lampu penerangan jalan di Kabupaten Badung hingga akhir 2026.

Camat Petang Anak Agung Ngurah Darma Putra mengatakan, saat ini terdapat sekitar 350 lampu penerangan yang terdata di tujuh desa di Kecamatan Petang. Namun, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 500 titik.

Selain kekurangan lampu baru, sejumlah lampu yang sudah terpasang juga mengalami kerusakan. “Pendataan di seluruh Petang ada sekitar 350-an. Ya, banyak yang sudah tidak berfungsi. Kalau idealnya 500 lampu di seluruh wilayah,” ujar Darma Putra, Jumat (23/10).

Baca juga:  Rusak, Dishub Badung Ganti PJU Tenaga Surya

Berdasarkan pengecekan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, sekitar 50 lampu di jalan-jalan utama ditemukan mati. Kondisi serupa terjadi di kawasan Tukad Bangkung. Dari sekitar 20 lampu yang tersedia di kawasan tersebut, separuhnya dilaporkan tidak berfungsi.

“Sudah ada beberapa tiang, tapi lampunya kebanyakan mati. Saat ini ada beberapa yang diganti,” jelasnya.

Pendataan juga menyasar kawasan permukiman dan akses menuju tempat suci. Sejumlah jalur yang membutuhkan perhatian di antaranya akses menuju Pura Pucak Tedung di Desa Sulangai, Pura Pucak Antapsai Bon di Desa Belok Sidan, serta Pura Pucak Arantaja di Desa Petang.

Darma Putra menyebut, sekitar 75 lampu masih dibutuhkan untuk tiga lokasi tempat suci. Sementara itu, di dua lokasi lainnya terdapat sekitar 15 lampu yang tiangnya sudah tersedia, tetapi lampunya tidak berfungsi.

Baca juga:  Sejumlah PJU di Bangli Mati Sejak 5 Tahun Terakhir

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak kecamatan telah menyiapkan data sekitar 165 titik lampu baru. Penempatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa dan menunggu arahan lebih lanjut dari Dishub Badung.

“Nanti disebarkan di desa, ada tujuh desa. Yang paling banyak membutuhkan di permukiman dan di pura,” katanya.

Di tingkat kabupaten, Pemkab Badung melalui dishub menyiapkan pemasangan 2.365 titik lampu penerangan jalan (LPJ) baru yang tersebar di enam kecamatan hingga akhir 2026. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Petang mendapat alokasi 156 titik.

Kepala Dishub Badung, Anak Agung Gde Rahmadi mengatakan, kebutuhan penerangan jalan di Badung masih mencapai lebih dari 40 ribu titik. Saat ini, sekitar 25 ribu titik telah terpasang sehingga masih terdapat sekitar 15 ribu titik yang perlu dipenuhi secara bertahap. “Karena itu, pemasangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas”, katanya.

Baca juga:  Jumlah Kedatangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Terus Meningkat

Selain Petang, alokasi lampu baru meliputi Kuta Selatan sebanyak 1.179 titik, Mengwi 420 titik, Abiansemal 218 titik, Kuta Utara 215 titik, dan Kuta 177 titik. Agung Rahmadi menjelaskan, proses lelang pengadaan dan pemasangan lampu telah rampung. Pemenang tender juga sudah ditetapkan sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan setiap wilayah.

“Sudah berproses dan sudah ada pemenang tendernya. Jadi, dibagi sesuai kebutuhan wilayah,” terangnya.

Pemkab Badung sebelumnya mengalokasikan pagu anggaran Rp21,5 miliar untuk program tersebut pada Tahun Anggaran 2026. Setelah proses lelang, nilai kontrak ditetapkan sekitar Rp16 miliar. “Setelah melalui proses lelang, nilai kontraknya ditetapkan sekitar Rp16 miliar,” imbuhnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN