I Ketut Sriawan. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selain pengalihan lalu lintas yang dilakukan jelang Nyepi, penerangan jalan umum (PJU) juga dimatikan saat Nyepi. PJU akan dipadamkan usai pengarakan ogoh-ogoh hingga Ngembak Geni (H+1 Nyepi).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, Selasa (10/3), mengatakan, pada 18 Maret atau H-1 Nyepi, lampu PJU mulai dipadamkan pada tengah malam. Lampu penerangan akan dimatikan setelah petugas kebersihan menyelesaikan pembersihan jalan usai kegiatan pengarakan ogoh-ogoh.

Setelah rangkaian Nyepi berakhir, PJU akan kembali dinormalkan. “Sekitar pukul 17.00 WITA saat Ngembak Geni lampu akan dihidupkan kembali,” katanya.

Baca juga:  Nyepi, RSUD Karangasem Terima Puluhan Pasien Gawat Darurat

Tak hanya itu, selama pelaksanaan Nyepi, Dishub juga akan mematikan sistem area traffic control system (ATCS), alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta alat penerangan jalan (APJ). Meski demikian, petugas tetap disiagakan di beberapa titik strategis seperti terminal serta kawasan pergudangan dan kargo untuk memastikan pelayanan transportasi dan pengawasan tetap berjalan dengan baik.

Sementara itu, pengaturan lalu lintas juga disiapkan jelang rangkaian hari suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini. Pihaknya akan mulai melakukan pengamanan sejak 15 Maret nanti, saat umat Hindu mulai melaksanakan prosesi melasti.

Baca juga:  Nyepi, Tol Bali Mandara Tutup 32 Jam

“Petugas Dishub akan ditempatkan di sejumlah simpang jalan dan kawasan pantai yang menjadi lokasi melasti untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, baik kendaraan yang keluar maupun masuk,” ujarnya.

Selanjutnya pada 18 Maret 2026, beberapa ruas jalan di pusat Kota Denpasar juga akan ditutup sementara untuk mendukung rangkaian upacara adat dan kegiatan budaya menjelang Nyepi. Penutupan akan dilakukan di kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar hingga Jalan Arjuna Denpasar menuju arah timur.

Baca juga:  Saat Nyepi, Kadar Karbondioksida Turun 50 Persen

“Penutupan ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan pacaruan agung di kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar pada pagi hari serta pengarakan ogoh-ogoh pada sore harinya,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dishub Denpasar berharap rangkaian kegiatan menjelang dan selama Nyepi dapat berlangsung tertib, aman, serta tetap menghormati pelaksanaan Catur Brata Panyepian di Bali. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN