Kukuhkan- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem akan mengukuhkan puluhan Siswa Peduli Demokrasi (SPD) dan puluhan Guru Penegak Demokrasi (GDP) di kantor SKB Karangasem, Rabu (21/10). (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem mengukuhkan puluhan Siswa Peduli Demokrasi (SPD) dan puluhan Guru Penegak Demokrasi (GDP) di kantor SKB Karangasem, Rabu (21/10) kemarin. Dalam pengukuhan tersebut, peserta diharapkan dapat berpikir cerdas dan kritis dalam membangun iklim demokrasi di Gumi Lahar.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan SDM KPU Karangasem, I Kadek Sukara, mengungkapkan, ada sebanyak 56 orang Siswa Peduli Demokrasi (SPD) dan 28 orang sebagai Guru Penegak Demokrasi (GDP) yang dikukuhkan. Kata dia, pengukuhan SPD dan GPD ini sebagai persiapan awal pendidikan pemilih dalam menatap Pemilu Nasional tahun 2029 nanti.

“Pengukuhan SPD dan GPD ini dalam rangka meningkatkan pendidikan pemilih berkelanjutan, dan membangun budaya demokrasi sejak dini di lingkungan sekolah. Sehingga budaya demokrasi semakin tumbuh di lingkungan sekolah,” ucapnya.

Baca juga:  Dukung UMKM Tetap Eksis, BPR Lestari Group Rutin Gelar Lestari Entrepreneur Club

Sukara mengatakan, program SPD dan GPD diharapkan menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan nilai – nilai demokrasi, kepemiluan, partisipasi politik, anti hoaks, serta penguatan karakter warga negara yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.

“Untuk peserta SPD yang kita ambil mereka yang masih duduk di SMA/SMK se Kabupaten Karangasem. Kuota 2 orang per sekolah, yang terdiri dari 1 orang perempuan dan 1 laki – laki. Mereka yang masuk SPD didominasi siswa kelas X,” katanya.

Dia berharap, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk demokrasi di Karangasem khususnya pemilih pemula. Mereka dapat meningkatkan pemahaman pemilih pemula, menciptakan agen perubahan demokrasi di sekolah, membantu KPU dalam sosialisasi pendidikan pemilih dan menumbuhkan kepemimpinan generasi muda yang demokratis.

Baca juga:  Era Baru, OJK Tidak Berikan Panduan Khusus

“Untuk GPD ini kedepannya akan menguatkan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Menjadi penghubung program KPU dengan satuan pendidikan. Mengintegrasikan nilai demokrasi dalam pembelajaran. GPD juga diharapkan menjadi koordinator pendidikan pemilih di sekolah, Membina SPD, dan menyelenggarakan kegiatan demokrasi sekolah. Dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Karangasem, Putu Darma Budiasa, mengatakan, demokrasi berkualitas dibangun tidak hanya pada saat pemungutan suara. Melainkan dilakukan dalam setiap derap langkah kehidupan sehari-hari. Nantinya, SPD ini menjadi pionir masa depan demokrasi di Karangasem nantinya.

Baca juga:  Pilkada Tanpa Hoax, SMSI Ajak KPU Karangasem Bersinergi

“Keinginan kami ingin membentuk karakter warga negara berpikir kritis, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap pilihannya. Sehingga ini bukan sekedar penambahan gelar atau penambahan nama, tetapi membangun demokrasi yang sehat dimulai dari lingkungan sekolah,” jelasnya.

Untuk para GPD, kata Budiasa, pihaknya berharap dapat memfasilitasi ruang diskusi dan praktek demokrasi sederhana yang bermakna. “Kita harap dukungan dari guru menjadi pendukung yang aktif dengan satuan pendidikan, agar tetap bisa berlanjut. Sebagai langkah awal agar tetap terukur dan berkelanjutan kedepannya,” tandas. (Eka Parananda/balipost).

BAGIKAN