
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Made Putra Widiastawa didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IX/Udayana, Ny. Desak Putra Widiastawa tiba di Bali, Selasa (20/10). Saat mendarat di Base Ops Bandara I Gusti Ngurah Rai, Mayjen Made Putra disambut dengan tradisi tepung tawar.
Tradisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penerimaan pimpinan baru Kodam IX/Udayana sekaligus wujud penghormatan yang mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur budaya Bali. Upacara penyambutan dipimpin Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemasangan ikat kepala khas Bali atau udeng oleh Danrem 163/Wira Satya, Ida I Dewa Agung Hadisaputra. Udeng atau destar tidak sekadar menjadi pelengkap busana adat, tetapi juga memiliki filosofi ngiket manah, yakni mengikat dan memusatkan pikiran agar senantiasa jernih, bijaksana, serta mampu mengendalikan diri dalam menjalankan tanggung jawab.
Sementara, tradisi tepung tawar memiliki makna simbolis sebagai ungkapan doa dan harapan agar pejabat yang baru mengemban amanah senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, serta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas. Tradisi ini juga menjadi harapan agar Pangdam IX/Udayana beserta keluarga dijauhkan dari berbagai rintangan, gangguan, dan mara bahaya selama menjalankan pengabdian.
Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan, tradisi tepung tawar bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bentuk penghormatan yang mengandung nilai-nilai luhur budaya sekaligus doa bagi pimpinan baru dalam mengemban amanah.
“Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal Bali yang sarat makna, mulai dari penghormatan, ketulusan, hingga doa untuk keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas. Melalui tradisi ini, kita berharap Pangdam IX/Udayana beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan pengabdian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapendam Amrizal menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan momentum penting untuk melanjutkan pengabdian serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas kewilayahan. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan soliditas internal satuan, sinergi dengan pemerintah daerah, serta hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat semakin kokoh dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bali. (Kerta Negara/balipost)










