
DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menekankan pentingnya menjaga kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mempertahankan stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Bali. Sinergi lintas lembaga dinilai semakin penting mengingat Bali merupakan destinasi pariwisata dunia, sehingga setiap persoalan yang terjadi di Pulau Dewata dapat menjadi perhatian internasional.
Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri acara pisah sambut Pangdam IX/Udayana dari Mayjen TNI Piek Budyakto kepada Mayjen TNI Made Putra Widiastawa, di Aula Supardi Lantai III Makodam IX/Udayana, Rabu (21/10).
Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengucapkan selamat kepada Mayjen TNI Made Putra Widiastawa yang mendapat amanah sebagai Pangdam IX/Udayana. Ia juga menyampaikan selamat bertugas kepada Mayjen TNI Piek Budyakto yang selanjutnya mengemban jabatan sebagai Pangdam V/Brawijaya yang berkedudukan di Kota Malang.
Gubernur Koster mengatakan, selama ini hubungan dan kerja sama jajaran Forkopimda Bali telah terjalin dengan baik. Kekompakan tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan sekaligus menjaga kondisi Bali tetap kondusif.
“Kami selalu solid dan kompak, dalam suka maupun duka bekerja menjaga Bali,” ujarnya.
Menurut Gubernur Koster, Bali memiliki karakteristik tersendiri karena wilayahnya relatif kecil, tetapi memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata dunia. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di Bali berpotensi mendapat perhatian luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga internasional.
“Sedikit saja terjadi sesuatu di Bali, maka pengaruhnya tidak hanya akan dirasakan di tingkat lokal. Tapi akan menjadi berita di seluruh dunia,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus menjaga komunikasi, kekompakan, dan keharmonisan dalam menjalankan tugas. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster secara khusus menyinggung sinergi TNI dan Polri saat Bali menghadapi persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Menurutnya, dukungan Kodam IX/Udayana sangat membantu penanganan situasi di lapangan. Prajurit TNI dikerahkan untuk mengatur antrean kendaraan di SPBU, sekaligus membantu operasional pelayanan kepada konsumen agar distribusi BBM dapat berjalan lebih lancar.
Dukungan serupa diberikan Polda Bali melalui pengawalan mobil tangki pengangkut BBM dari depo menuju SPBU. Personel kepolisian juga diterjunkan untuk mengatur antrean kendaraan dan mengantisipasi kemacetan.
Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, beserta seluruh jajaran yang terlibat dalam penanganan persoalan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Pangdam dan Kapolda beserta jajaran karena telah bekerja keras mengatasi persoalan tersebut. Saat ini, situasi Bali sudah sangat kondusif,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Koster kembali menyampaikan selamat datang dan bertugas kepada Mayjen TNI Made Putra Widiastawa. Gubernur Bali dua periode yang pernah menjadi anggota DPR RI selama tiga periode itu berharap Pangdam yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik, terlebih karena bertugas di tanah kelahirannya sendiri.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali dan jajaran Forkopimda atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya.
Made Putra Widiastawa mengungkapkan, dirinya memiliki kedekatan dengan Koster karena keduanya merupakan alumni SMAN 1 Singaraja. Ia mengaku telah mengenal Koster dengan baik dan mengidolakan sosoknya.
Bagi Made Putra Widiastawa, penugasan sebagai Pangdam IX/Udayana merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan tersendiri karena mendapat kesempatan mengabdi di tanah kelahirannya.
Ia menegaskan akan memberikan pengabdian sepenuhnya bagi daerah dan masyarakat Bali selama menjalankan tugas sebagai Pangdam IX/Udayana.
Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas tidak dapat dicapai oleh TNI semata. Dukungan pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan.
“Karena keberhasilan tugas kami sangat membutuhkan dukungan dari elemen masyarakat, termasuk di dalamnya tokoh masyarakat,” ujarnya.
Made Putra Widiastawa juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas serta menyukseskan pembangunan di Bali.
Pada kesempatan yang sama, Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali, jajaran Forkopimda, dan seluruh masyarakat Bali atas dukungan yang diberikan selama dirinya menjabat Pangdam IX/Udayana selama 18 bulan.
Ia mengakui dukungan berbagai pihak sangat membantu pelaksanaan tugasnya dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Bali serta kawasan yang menjadi tanggung jawab Kodam IX/Udayana.
“Kami merasa sangat terbantu dalam menjalankan tugas,” pungkasnya. (kmb/balipost)










