Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto menghadiri simakrama dengan personelnya yang beragama Hindu di Wantilan Pura Agung Udayana, Makodam. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rangkaian perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto melaksanakan simakrama dengan personelnya yang beragama Hindu di Wantilan Pura Agung Udayana, Makodam, Denpasar, Jumat (19/6).

Pangdam mengajak seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Bali yang sarat dengan nilai-nilai adat serta kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Mayjen Piek Budyakto menyampaikan, bersamaan dengan momentum suci ini, baik selaku pangdam maupun secara pribadi, ia berharap kemenangan dharma melawan adharma senantiasa menjadi tuntunan dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara.

Baca juga:  Petugas Pelabuhan Ramp Check Puluhan Kapal di Padangbai

Menurut Piek Budyakto, momen ini juga untuk mengembalikan kesucian diri serta memperkuat ikatan kekeluargaan di antara seluruh prajurit dan PNS Kodam IX/Udayana.

“Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perayaan Galungan serta Kuningan hendaknya dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Melalui kegiatan seperti simakrama ini, semangat toleransi, kepedulian, serta saling menghormati antarumat beragama diharapkan semakin kuat.

Baca juga:  Hampir 3 Minggu, Korban Jiwa COVID-19 Bali Terus Bertambah

“Dengan menanamkan rasa saling mengasihi dan menghargai setiap perbedaan, kita akan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis serta bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah yang kita cintai,” tegasnya.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangannya menyampaikan, simakrama hari raya Galungan dan Kuningan merupakan wujud nyata komitmen kodam dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Khususnya budaya Bali yang sarat akan makna kebersamaan, keharmonisan, dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Pelestarian budaya dan kearifan lokal merupakan bagian dari kekuatan sosial yang harus terus dijaga.

Baca juga:  Kecerdasan Buatan dalam Berdemokrasi

“Kami ingin menunjukkan bahwa prajurit TNI hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghormati nilai-nilai budaya dan memperkokoh persatuan dalam keberagaman,” ungkapnya. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN