
DENPASAR, BALIPOST.com – Purna Paskibraka Indonesia (PPI) ditantang memperluas peran, tidak hanya sibuk menjelang peringatan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Organisasi para mantan anggota Paskibraka ini diharapkan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa melalui penguatan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian sosial.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat PPI, Gousta Feriza, saat melantik Pengurus Provinsi PPI Bali periode 2026–2031 di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar, Minggu (18/10). Dalam pelantikan itu, Made Edi Agustisna (MEA) kembali dipercaya memimpin PPI Bali setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PPI Bali 2026.
Gousta mengapresiasi kepemimpinan MEA yang dinilai mampu membangun komunikasi harmonis dengan pemerintah daerah serta mendorong PPI Bali menjadi organisasi yang bersahaja, inovatif, dan berwawasan global.
“Karena sejatinya PPI ini adalah anak negara. Bukan anak negara dalam pengertian yang lain, tapi memang PPI ini diciptakan untuk benar-benar sebagai ujung tombak pembangunan bangsa,” tegas Gousta.
Menurutnya, tantangan kepengurusan ke depan semakin berat dan kompleks. Karena itu, PPI harus mampu mengambil peran lebih luas dalam pembangunan nasional maupun daerah, bukan sekadar menjalankan kegiatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka.
“Jangan jadikan PPI itu organisasi saat tujuh belasan saja. Ramainya menjelang tujuh belasan saja. Tapi bagaimana PPI bisa hadir di tengah-tengah masyarakat,” pintanya.
Gousta juga menyoroti pentingnya organisasi menjembatani kebutuhan para anggotanya, terutama mereka yang menghadapi kendala melanjutkan pendidikan hingga memperoleh pekerjaan. Menurutnya, keberadaan PPI harus memberikan manfaat konkret, baik bagi masyarakat maupun para purnapaskibraka.
Ia menilai kemitraan PPI Bali dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, dan sejumlah pihak lainnya menjadi modal penting untuk memperluas kontribusi organisasi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, MEA menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin PPI Bali selama lima tahun ke depan.
Ia menjelaskan, Musprov PPI Bali yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 merupakan agenda rutin organisasi setiap lima tahun sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Forum tersebut juga membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026.
MEA menegaskan, kepengurusan baru akan melanjutkan program-program yang telah berjalan baik sekaligus membenahi berbagai kendala organisasi di tingkat kabupaten/kota.
“Kami harap Badan Kesbangpol Bali menjembatani untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di tingkat kabupaten/kota melalui koordinasi lanjutan bersama PPI Bali,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster melalui sambutan tertulis yang dibacakan I Komang Kusumaedi, mewakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Gede Suralaga.
Gubernur berharap PPI Bali tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya para alumni Paskibraka, tetapi berkembang menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Amanah ini bukan sekadar tanggung jawab menjalankan organisasi, melainkan kesempatan untuk melanjutkan pengabdian melalui pembinaan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Kusumaedi saat membacakan sambutan Gubernur.
Dengan kepengurusan baru hingga 2031, PPI Bali diharapkan mampu memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Tantangannya kini bukan hanya menjaga semangat nasionalisme, melainkan membuktikan bahwa nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan kebangsaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan masyarakat. (Suka Adnyana/balipost)










