Layanan distribusi air bersih di desa yang terdampak kemarau panjang. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Dua desa di Kabupaten Tabanan, yakni Desa Tiyinggading Selemadeg Barat dan Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, mendapat bantuan distribusi air bersih dari Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) akibat kemarau panjang. Penyaluran yang dimulai sejak pertengahan September 2026 ini dijadwalkan tiga kali seminggu dengan pelayanan di dua titik dan kapasitas angkut 5.000 liter dalam sekali distribusi.

Kasubag Humas Perumda TAB, Putu Wahyu Untung Suardana, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.

Baca juga:  Musim Kemarau, BI Antisipasi Cadangan Pangan

Di sisi lain, kemarau juga mendorong sejumlah warga beralih dari sumur bor menjadi pelanggan Perumda TAB. Bahkan, permohonan sambungan baru meningkat sepanjang Oktober 2026 karena sejumlah sumur bor mulai mengalami penurunan debit hingga mengering.

“Belakangan ini cukup banyak masyarakat yang mengajukan sambungan baru. Sebagian sebelumnya menggunakan sumur bor, tetapi karena airnya mulai berkurang, mereka memilih beralih ke layanan Perumda TAB,” ujarnya.

Meski permintaan meningkat, Wahyu memastikan pelayanan distribusi air masih stabil. Secara umum, sumber air masih mampu mendukung kebutuhan pelanggan maupun calon pelanggan baru. Namun, penurunan debit terpantau pada Mata Air Mekori.

Baca juga:  Aktivitas Vulkanik Tiga Gunung Berapi Jadi Fokus Siaga Darurat

Di sisi lain untuk menjaga kelancaran distribusi, Perumda TAB melakukan pemeriksaan jaringan dan kebocoran pipa sekitar dua kali seminggu. Pemeriksaan juga menggunakan metode step test untuk membantu mendeteksi titik kebocoran.
Selain itu, flushing atau pengurasan jaringan dilakukan dua kali seminggu guna membantu mengurangi kekeruhan air.

“Kami terus memantau jaringan agar kebocoran bisa segera diketahui dan diperbaiki. Masyarakat juga kami harapkan segera melapor jika menemukan kebocoran atau mengalami gangguan aliran air,” katanya.

Baca juga:  Lestarikan Layangan Pecukan Khas Tabanan lewat Kite Festival

Pengaduan pelanggan yang cukup banyak diterima berkaitan dengan kerusakan meter air (water meter), terutama perangkat yang sudah berusia lama. Perumda TAB berkomitmen menjaga standar pelayanan K4, yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan. Optimalisasi distribusi, pengawasan kualitas air, serta percepatan penanganan pengaduan terus dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN