Wakil I Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI Purn. Dr. Suwarno saat memberikan kata sambutan di Kupang. (BP/Antara)

KUPANG, BALIPOST.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menegaskan tidak akan mempertahankan venue yang dinilai tidak layak untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi pertandingan yang tidak memenuhi standar berpotensi dipindahkan ke daerah lain demi menjamin kelancaran penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut.

Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI Purn. Dr. Suwarno menegaskan, keputusan penetapan venue akan mengacu pada hasil evaluasi kelayakan dan kesiapan fasilitas. Jika tidak memenuhi persyaratan, lokasi pertandingan harus diganti.

“Kalau ternyata venue masih belum siap dan rencana ke depannya mau seperti apa kami tidak tahu, keputusannya dalam finalisasi kami katakan: ini tidak layak. Begitu tidak layak, kami akan pindahkan,” kata Suwarno di Kupang, Kamis (15/10), dilansir dari Kantor Berita Antara.

Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Kantor Gubernur NTT. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kunjungan tim KONI Pusat untuk mengevaluasi kesiapan venue dan fasilitas pendukung PON 2028.

Baca juga:  Dilantik Jadi Ketua Umum PP IBCA, Made Susila Siapkan Kejurnas

Peninjauan dipimpin Suwarno bersama Wakil VI Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi dengan melibatkan 38 Technical Delegate (TD) dari berbagai cabang olahraga. Evaluasi difokuskan pada sejumlah lokasi pertandingan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Selain kelayakan venue, Suwarno menekankan pentingnya persiapan organisasi penyelenggara. Menurut dia, daerah tuan rumah memiliki dua tanggung jawab utama, yakni menyiapkan kontingen atlet untuk bertanding sekaligus memastikan penyelenggaraan PON berjalan dengan baik.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT diminta segera membentuk Pengurus Besar (PB) PON sebagai organisasi yang bertanggung jawab mengoordinasikan persiapan hingga pelaksanaan ajang tersebut. Pembentukan organisasi ini dinilai penting agar setiap perangkat daerah dapat bekerja sesuai tugas dan fungsinya.

Baca juga:  Tertembak Pistol Polisi, Pegawai Polsek Meninggal

KONI Pusat, lanjut Suwarno, siap mendampingi pemerintah daerah dalam mempersiapkan PON XXII/2028. Ia meminta pemerintah daerah tidak berkecil hati menghadapi evaluasi, tetapi menjadikannya sebagai dasar untuk memperbaiki kekurangan.

“Mohon tidak usah berkecil hati, kami siap mendampingi dan membimbing Bapak dan Ibu semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan terbuka terhadap seluruh catatan dan masukan tim visitasi. Ia meminta para Technical Delegate menyampaikan hasil evaluasi secara transparan agar pembenahan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan standar masing-masing cabang olahraga.

“Kalau ada hal-hal yang menjadi catatan, kami minta disampaikan apa adanya kepada kami dan semua tim yang mengurus,” kata Laka Lena.

Ia juga menegaskan komitmen NTT untuk melanjutkan persiapan PON setelah wilayah tersebut menghadapi bencana gempa bumi di Flores. Peninjauan pada 15 Oktober dipilih untuk menunjukkan bahwa persiapan menuju PON tetap berjalan.

Baca juga:  Mantan Kepala Bapenda Pimpin KONI Badung 

Terkait penyebaran lokasi pertandingan, Pemprov NTT berencana melibatkan sejumlah kabupaten agar pelaksanaan PON tidak terpusat di Kota Kupang. Selain Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, daerah yang direncanakan menjadi lokasi pertandingan antara lain Sumba Timur, Sumba Barat, Rote Ndao, Alor, Ngada, Sikka, Labuan Bajo, dan Ende.

Menurut Laka Lena, sejumlah pemerintah kabupaten menunjukkan antusiasme untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga. Namun, penetapan cabang olahraga dan lokasi pertandingan tetap menunggu keputusan KONI Pusat berdasarkan hasil evaluasi serta tingkat kelayakan venue.

Hasil peninjauan tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam finalisasi lokasi pertandingan PON XXII/2028. Dengan demikian, kesiapan infrastruktur dan pemenuhan standar menjadi faktor penentu bagi daerah yang ingin menjadi tuan rumah cabang olahraga. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN