oto Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman (kedua kiri) bersama pihak Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) serta atlet padel Indonesia berfoto bersama pada ajang turnamen padel internasional di Bali dalam keterangan resmi KONI Pusat di Jakarta, Sabtu (15/8/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman mengatakan turnamen padel internasional FIP Silver dan FIP Promises 2026 di Bali memacu geliat wisata olahraga (sport tourism) di daerah setempat.

“Saya melihat animo yang tinggi dari penyelenggaraan kejuaraan internasional di Bali ini. Sport tourism betul-betul terjadi,” kata Marciano Norman dilansir dari Kantor Berita Antara, Minggu (16/8).

Marciano telah memantau langsung kejuaraan tersebut yang berlangsung di dua arena, yaitu Island Sports untuk pertandingan FIP Silver serta Holywings Padel Club The Luc Bali untuk ajang FIP Promises.

Kejuaraan itu diikuti atlet dari berbagai negara, seperti Indonesia, Thailand, Singapura, Jepang, Rusia, Hong Kong, Uzbekistan, Kazakhstan, Mesir, China, Iran, Bahrain, Inggris, Portugal, dan Estonia.

Baca juga:  PB Perbakin Berharap Petembak Bali Masuk Skuad AG

Selain itu, peserta juga berasal dari Italia, Uni Emirat Arab, Paraguay, Venezuela, Taiwan, Brasil, Kuwait, Oman, Slovenia, India, Argentina, dan Spanyol.

Marciano mengatakan selain berkompetisi, para peserta juga bisa sekaligus menikmati nuansa pariwisata Bali yang sudah mendunia sehingga menunjukkan geliat pertumbuhan wisata olahraga yang terus berkembang.

Ia mengapresiasi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) yang dipimpin Galih Kartasasmita karena mampu meyakinkan pihak internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah turnamen yang diikuti banyak negara.

Baca juga:  KONI Jadi Mediator Dua Kubu Lemkari

“Melalui kejuaraan internasional seperti ini, Indonesia menunjukkan keramahannya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi para atlet padel Indonesia yang berlaga dalam turnamen seperti Mike Tanoso dan Bryan Husin yang tampil di FIP Silver. Para atlet, kata dia, menunjukkan semangat berjuang yang tinggi dan memberikan kemampuan terbaiknya.

Ia berharap mereka dapat memetik banyak pelajaran dari lawan-lawan yang lebih unggul serta melakukan evaluasi dan perbaikan untuk berprestasi di panggung internasional.

“Semangat kita harus diiringi dengan komitmen dan kerja keras untuk mengharumkan bangsa dan negara,” katanya.

Marciano menjelaskan bahwa cabang olahraga padel Indonesia memiliki jejak prestasi di level internasional saat Tim Nasional Padel Indonesia berhasil menembus posisi delapan besar pada FIP Asia Cup 2025. Pencapaian itu, kata dia, membuktikan bahwa atlet Indonesia memiliki daya saing tinggi untuk berkompetisi di tingkat global.

Baca juga:  Mantan Kepala Bapenda Pimpin KONI Badung 

Ia menambahkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum bersejarah karena padel untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Oleh sebab itu, turnamen FIP Silver dan FIP Promises Seri Bali ini menjadi momentum penting untuk membina, menguji, dan mengevaluasi program latihan atlet Indonesia. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN