
DENPASAR, BALIPOST.com – Patajuh/Wakil Bandesa Agung Baga Kasukertan, Krama dan Wewidangan sekaligus Pembina Pasikian Pacalang MDA Provinsi Bali, Dr. Drs. I Made Wena, M.Si. mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan penting bagi pecalang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merencanakan masa depan.
Guna memberikan bekal soal mengatur keuangan, pihaknya pun menggandeng financial technology untuk mengedukasi puluhan pecalang. “Pengetahuan yang diberikan dapat membantu para pecalang semakin memahami cara mengelola keuangan dan menggunakan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab,” katanya.
GoPay bersama Findaya dan Multifinance Anak Bangsa menghadirkan program edukasi keuangan Pintar Bareng GoPay bagi 80 pecalang, tokoh masyarakat adat yang berperan penting dalam menjaga keharmonisan, ketertiban, dan keseimbangan di lingkungan desa adat Bali. Melalui program ini, para pecalang mendapatkan edukasi praktis mengenai pengelolaan keuangan sehari-hari, mulai dari mengatur pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga memahami penggunaan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini mengajak peserta untuk memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diajak mengenali tujuan keuangan masing-masing dan menyusun langkah yang lebih terencana untuk memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang.
Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey P. Petriny, mengatakan inklusi keuangan bukan hanya soal akses, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pemahaman untuk menggunakan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. “Kamu ingin membuat edukasi keuangan lebih sederhana, praktis, dan relevan bagi masyarakat, termasuk para pecalang di Bali. Melalui edukasi ini, kami berharap pengetahuan keuangan yang diperoleh para pecalang dapat membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya.
Selain membahas perencanaan dan pengelolaan keuangan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan layanan pendanaan digital. Para pecalang diajak memahami bahwa penggunaan layanan pendanaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar, serta didahului dengan pemahaman terhadap manfaat dan risiko, biaya, tenor, serta ketentuan produk.
Ia menjelaskan ini merupakan rangkaian edukasi keuangan yang membantu masyarakat memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan keuangan dan pengelolaan tabungan hingga pengenalan terhadap berbagai pilihan investasi. Sejak 2019, program ini telah menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui kegiatan edukasi secara daring maupun luring. (kmb/balipost)










