
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pascaseorang siswa SDN 2 Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, diserang monyet saat berada di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Kondisi lingkungan sekolah yang masih terbuka dinilai menjadi salah satu faktor yang memungkinkan monyet masuk ke area sekolah.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata dikonfirmasi, Kamis (8/10), mengatakan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah, jajaran Polsek Sukasada, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, komite sekolah, serta orang tua siswa. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Menurut Surya Bharata, Disdikpora akan menyampaikan koordinasi secara tertulis kepada BKSDA terkait penanganan monyet dengan pendekatan konservasi. Sementara dari sisi sekolah, pengamanan terhadap siswa akan ditingkatkan selama proses pembelajaran berlangsung. “Ke depan kami akan mengkoordinasikan secara tertulis ke BKSDA untuk penanganan secara konservasi,” ujar Surya Bharata.
Ia menjelaskan, kondisi sekolah saat ini juga tengah dalam proses renovasi. Sejumlah bagian bangunan, khususnya area atap dan plafon, akan mendapat tambahan kawat pengaman untuk mencegah monyet masuk dan menjadikan bagian atas bangunan sebagai tempat beraktivitas.
Selain itu, keberadaan pagar sekolah juga menjadi perhatian. Bagian depan sekolah telah memiliki pagar, namun sisi belakang masih terbuka. Kondisi tersebut dinilai memungkinkan monyet masuk dari berbagai arah, terlebih di seberang jalan terdapat kawasan hutan..“Kami pertimbangkan ada petugas keamanan. Monyet ini bisa datang setiap saat karena areanya masih terbuka,” jelasnya.
Surya Bharata menambahkan, kerusakan pada bangunan sekolah akibat keberadaan monyet sebelumnya juga telah beberapa kali dilaporkan. Di sekitar sekolah terdapat bangunan yang tidak digunakan, termasuk bekas kantor kepala desa dan bangunan yang disebut sebagai fasilitas BUMDes. Bangunan kosong tersebut diduga kerap menjadi tempat berkumpul monyet.
Untuk diketahui, seorang siswa kelas III SDN 2 Wanagiri, I Gusti Kopang Merta Wijaya diserang dua ekor monyet saat hendak ke toilet ketika mengikuti pembelajaran. Saat kejadian, korban bersama seorang temannya menuju toilet secara bergantian.
Ketika korban keluar dari toilet sementara temannya masih berada di dalam, seekor monyet tiba-tiba menyerangnya dari belakang. Korban sempat mengira yang menyentuhnya adalah temannya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian pinggul kiri dan telah mendapat penanganan medis. Surya Bharata memastikan tidak terdapat luka pada bagian tangan korban. Korban juga telah mendapat vaksin anti rabies (VAR) dari Puskesmas Sukasada.
Saat ini korban masih diistirahatkan dan belum mengikuti pembelajaran karena harus memulihkan kondisi setelah mendapat penanganan medis. Surya Bharata menyebut kondisi korban secara umum baik dan tidak menunjukkan trauma berlebihan akibat kejadian tersebut. “Kita sudah berkunjung ke rumah korban. Kondisinya pun sudah membaik dan tidak trauma,”jelasnya.
Di sisi lain, proses pembelajaran di SDN 2 Wanagiri tetap berlangsung secara luring. Sekolah saat ini menerapkan sistem double shift karena terdapat pekerjaan pembangunan dan perbaikan ruang kelas. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap siswa menjadi perhatian, terutama ketika mereka beraktivitas di luar ruang kelas.
“Kita berharap langkah pengamanan fisik sekolah, penambahan petugas, serta koordinasi dengan BKSDA dapat menekan potensi masuknya monyet ke lingkungan sekolah sekaligus menjaga keamanan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung,” pungkasnya. (Yudha/balipost)










