Petugas menangani kebakaran hutan di Kintamani (BP/OIst)

BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan hidran di Kabupaten Bangli masih sangat terbatas. BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli hanya mengandalkan tiga titik hidran aktif untuk menunjang operasional pemadaman di seluruh wilayah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD dan Damkar Bangli, Cokorda Lanang Mahendra mengakui hal itu. Tiga hidran tersebut seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Bangli, yakni di depan Kantor Bupati Bangli, dekat Bank BPD Cabang Bangli, dan di depan kampus UHN di Kelurahan Kubu. Dari ketiga lokasi tersebut, titik hidran di depan BPD memiliki debit air terbesar. “Ya kalau dilihat dari cakupan wilayah, jumlah hidran yang ada sekarang tentu masih kurang,” ujarnya, Rabu (7/10).

Keterbatasan fasilitas hidran ini menyulitkan pemadaman utamanya di wilayah Kintamani, di mana jarak tempuh mencapai 30 hingga 45 menit. Jika terjadi kebakaran di Kintamani, armada terpaksa kembali ke kota untuk mengambil air atau meminta bantuan pasokan air dari pihak swasta di Desa Tiga. Damkar tidak bisa sembarangan mengambil air di sungai karena bisa merusak alat.

Baca juga:  Hujan Deras, Kantor Koramil Bangli dan Rumah Warga Tergenang Banjir

Lanjut dikatakan, saat pemasangan tiga hidran pada 2019 lalu, pihak Damkar bersama PDAM sempat mensurvei titik penambahan di Kintamani, tepatnya di Pasar Singamandawa dan Museum Geopark. Namun, rencana itu terkendala biaya instalasi yang tinggi mencapai Rp250 juta per titik serta terbatasnya pasokan jaringan air PDAM di kawasan tersebut.

Untuk tahun depan, Cok Mahendra memastikan belum ada rencana anggaran penambahan hidran baru. Pihaknya memilih mengoptimalkan pengerahan armada tangki suplai untuk membackup kebutuhan air di lapangan. “Kami optimalisasi tangki suplai,” pungkasnya.

Baca juga:  Pengibaran Bendera “One Piece”, Ini Kata Polda Bali

Seperti yang diketahui sejumlah peristiwa kebakaran terjadi di Bangli dalam beberapa waktu terakhir. Terbaru kebakaran melanda kawasan Hutan Konservasi di Blok Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani, Selasa (6/10). Peristiwa yang terjadi pukul 11.20 WITA tersebut menghanguskan lahan semak belukar dan dedaunan kering seluas kurang lebih 6 hektar. Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan dan warga berjibaku selama hampir empat jam di lokasi kejadian.

Kapolsek Kintamani, Kompol Dwi Puja Rimbawa menyampaikan upaya penanganan dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, BKSDA, dan KPHK bersama warga sejak sekitar pukul 11.35 WITA menggunakan peralatan yang tersedia. Sekitar pukul 13.00 Wita, 1 unit kendaraan Damkar Kabupaten Bangli tiba di lokasi dan langsung melaksanakan upaya pemadaman terhadap titik api. “Pukul 14.10 Wita, persediaan air pada kendaraan Damkar habis, sehingga dilakukan koordinasi untuk mendapatkan suplai air berikutnya,” ungkap Kapolsek.

Baca juga:  Mengalir Ke Empat Kabupaten, Bangli Minta Kontribusi dari Air Bendungan Belok Sidan

Lebih lanjut dikatakan, dalam proses pemadaman api sempat merambat dan mendekati area perkebunan milik warga. Untuk mempermudah dan mempercepat upaya pemadaman, masyarakat memberikan akses sumber air yang terdapat di area perkebunan warga untuk digunakan oleh personel gabungan dalam melakukan pemadaman dan penyekatan api. Sekitar pukul 16.00 Wita, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh personel gabungan bersama masyarakat setempat. Penyebab kebakaran diduga dipicu oleh gesekan dahan kering akibat cuaca terik dan angin kencang. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN