Kondisi kerangka yang diduga Nyoman Selir, (79) ditemukan di kawasan perbukitan Bukit Rempaan, Banjar Ampel, Desa Pejukutan, Nusa Penida, Jumat (2/10/2026). (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Misteri hilangnya Nyoman Selir, (79) warga Banjar Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, selama sebulan lebih akhirnya terungkap. Nenek tersebut ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di kawasan perbukitan Bukit Rempaan, Banjar Ampel, Desa Pejukutan, Nusa Penida, Jumat (2/10) sekitar pukul 14.00 WITA.

Kerangka Nyoman Selir ditemukan dua warga, I Wayan Tarka, (58) dan Ni Wayan Murniati, (57) saat mencari kayu bakar di lahan milik I Wayan Murah. Selain tengkorak, ditemukan pula kamben, pakaian dan ember yang langsung dikenali keluarga sebagai barang milik Nyoman Selir.

Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, ketika dikonfirmasi, Sabtu (3/10), membenarkan penemuan kerangka tersebut. Identitas korban (Selir) diperkuat dengan barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi.

Baca juga:  Dipanggil Satpol PP, Oknum Penari dan Pemangku Ngibing Joged Jaruh Tandatangani Pernyataan

“Pihak keluarga memastikan kamben, pakaian dan ember yang ditemukan di lokasi merupakan milik korban yang dibawa saat dilaporkan hilang,” ujar Iptu Dewa Nyoman Alit.

Nyoman Selir sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah menuju pemandian umum pada Senin (24/8) sekitar pukul 08.00 WITA. Namun, korban tak kunjung kembali. Pencarian kemudian dilakukan tim SAR gabungan bersama warga, tetapi keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Penemuan kerangka bermula ketika Tarka dan Murniati mencari kayu bakar di lahan perkebunan di kawasan Bukit Rempaan. Mereka terkejut setelah menemukan tengkorak manusia beserta pakaian dan sejumlah barang.

Baca juga:  63 Tahun Astra Kobarkan Semangat Kurangi Plastik

Tarka kemudian bergegas menuju Banjar Semaya untuk memberitahukan penemuan tersebut kepada Bendesa Adat Semaya,I Gede Hendra Novayana. Informasi itu diteruskan kepada keluarga korban dan dilaporkan ke Polsek Nusa Penida sekitar pukul 16.00 WITA.

Pihak keluarga kemudian mendatangi lokasi. Cucu korban, I Made Kumara Jaya, bersama keluarga mengumpulkan tulang-belulang yang ditemukan dalam kondisi telah berceceran.

Tim gabungan Polsek Nusa Penida, Basarnas, Pos AL, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan krama Desa Adat Semaya tiba di lokasi sekitar pukul 17.40–18.00 WITA untuk mengamankan lokasi dan melakukan verifikasi.

Baca juga:  Bupati Tinjau Pengoperasian PLTD Kutampi, Diharapkan Bisa Penuhi Kebutuhan Nusa Penida

Keluarga korban kemudian melaksanakan prosesi adat maeteh atau pembersihan tulang di lokasi sekitar pukul 19.00 WITA. Sekitar pukul 19.50 WITA, kerangka dievakuasi dan dibawa menuju Setra Desa Adat Semaya untuk dimakamkan.

Polisi menduga Nyoman Selir berjalan kaki dari Banjar Semaya ke arah selatan melalui kawasan perbukitan Bukit Rempaan. Korban diduga tersesat hingga akhirnya meninggal dunia di kawasan tersebut.

“Saat ditemukan, jasad korban sudah tinggal tengkorak dan tulang-belulang yang terpisah serta berceceran. Kondisi tersebut diduga terjadi akibat proses pembusukan alami dan faktor cuaca karena korban berada di alam terbuka,” katanya. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN